Agenda siang ini untuk menetapkan nilai komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL) khususnya bulan Agustus, September, dan Oktober 2014. Hasil final perhitungan ini akan menjadi acuan besaran nilai upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta tahun 2015.
Berbeda dengan tahun lalu, rapat kali ini bertempat di lantai 3 di ruang kerja Plt Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dari daftar absensi, peserta rapat tidak hanya dihadiri oleh kalangan pengusaha dan pekerja, tetapi juga para pakar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rapat diketuai langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta Priyono. Priyono mengatakan untuk menetapkan KHL 2014, maka dewan pengupahan harus menuntaskan perhitungan besaran KHL Agustus-Oktober 2014. Pertemuan ini merupakan rapat tripartit perdana antara buruh, pengusaha, dan pemda DKI Jakarta.
"Mudah-mudahan bisa cepat selesai. Targetnya besok selesai," kata Priyono di Balai Kota, Jakarta, Rabu (22/10/2014)
Anggota Dewan Pengupahan Apindo Jakarta Asrial Chaniago mengungkapkan rapat pada hari ini menjadi tahapan finalisasi perhitungan jumlah survei KHL yang telah dilakukan selama 8 kali.
"Ini akan menjadi rekomendasi penetapan finalisasi nilai survei KHL yang dilakukan sebanyak 8 kali," kata Asrial.
Menurut data perhitungan hasil survei yang dilakukan Apindo pada 10 pasar tradisional yang ada di DKI Jakarta, nilai KHL dari bulan ke bulan mengalami fluktuasi. Contohnya hasil survei nilai KHL pada bulan Februari sebesar Rp 2.316.492,76, Maret Rp 2.319.019,13, April Rp 2.310.937,80, Mei Rp 2.306.736,30, Juni Rp 2.311.975,05, Agustus Rp 2.319.540,01, September Rp 2.323.962,83, dan bulan Oktober Rp 2.331.130,59.
Khusus bulan November, Desember, Januari dan pada Lebaran tidak dilakukan survei karena harga saat itu tidak stabil.
Rapat kali ini juga diwarnai aksi demonstrasi yang dilakukan para buruh. Sejak pukul 10:00 tadi pagi ribuan buruh berdemo di depan Gedung Balaikota Jakarta sehingga menimbulkan kemacetan.
Massa kian bertambah setelah federasi serikat pekerja Pulo Gadung juga ikut datang tepat pada pukul 13. 00 WIB dan melakukan demo meminta kenaikan UMP DKI Jakarta 2015 sebesar 30%.
(wij/hen)











































