Teka-Teki Menteri Ekonomi Jokowi-JK

Teka-Teki Menteri Ekonomi Jokowi-JK

- detikFinance
Kamis, 23 Okt 2014 08:00 WIB
Teka-Teki Menteri Ekonomi Jokowi-JK
Jakarta - Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jokowi Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) belum juga mengumumkan jajaran kabinetnya. Namun beberapa nama sudah ada yang muncul untuk mengisi posisi menteri ekonomi.

Dua nama sudah muncul, yaitu Bambang PS Brodjonegoro dan RJ Lino. Bambang adalah mantan wakil menteri keuangan sementara Lino adalah Direktur Utama PT Pelindo II (Persero).

Seperti apa kabar yang beredar? Berikut rangkuman detikFinance, Kamis (23/10/2014).

Apa kata Bambang?

Nama Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro disebut-sebut menjadi calon kuat Menteri Keuangan kabinet Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK). Apa kata Bambang?

"Amin, tunggu pengumuman," tegas Bambang singkat kepada detikFinance, Rabu (22/10/2014).

Hari ini, Bambang Brodjonegoro dipanggil oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara. Usai menemui Jokowi, mantan Wakil Menteri Keuangan ini tidak mau berkomentar banyak, apakah akan ditunjuk Jokowi untuk menjadi menteri.

Saat meninggalkan Istana Negara, Bambang yang merupakan mantan Wakil Menteri Keuangan ini mengatakan, dirinya dan Jokowi berbicara soal membuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia lebih sehat.

"Lebih banyak bicara bagaimana membuat APBN lebih sehat. Tidak lagi gampang terganggu oleh faktor eksternal. Kita berpikir Bagaimana APBN lebih sehat. Ada isu juga misalnya mengenai volume BBM. Bagaimana kita menyikapinya dan seterusnya," tutur Bambang di Istana, Jakarta, Rabu (22/10/2014).

Apakah dibicarakan soal kenaikan harga BBM subsidi? Bambang mengatakan, tidak ada pembahasan khusus soal rencana kenaikan harga BBM subsidi.

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI) ini juga mengatakan, Jokowi ingin mengetahui soal konsisi terakhir APBN.

"Tentu presiden ingin tahu, bagaimana kondisi APBN terakhir dan ke depan. Karena kan APBN anggarannya pemerintah, jadi presiden harus paham bagaimana kondisi terakhir, kita harus kasih update yang paling lengkap dan detil," papar Bambang.

Bambang Calon Menkeu Favorit

Pelaku pasar keuangan punya nama-nama favorit yang dinilai layak menduduki kursi menteri keuangan. Dua di antaranya adalah Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Mahendra Siregar dan Wakil Menteri Keuangan Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro.

Satu dari dua nama itu sudah menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara pagi tadi, yaitu Bambang. Meski demikian, Bambang mengaku bertemu Presiden Jokowi untuk membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Bambang itu nama yang sudah diharapkan pasar. Dia cukup berpengalaman di ekonomi terutama fiskal dia mengerti betul," kata Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan saat dihubungi detikFinance, Rabu (22/10/2014).

Menurut Fauzi, Bambang juga sudah mengerti caranya menghemat anggaran negara dengan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Penghematan ini nantinya akan dialihkan ke infrastruktur dan penanggulangan kemiskinan.

"Dia juga banyak berinteraksi dengan banyak investor. Misalkan saja saat melakukan penawaran surat utang, dia sering ke luar negeri untuk bertemu investor. Selama roadshow banyak memaparkan perekonomian Indonesia secara makro," katanya.

Ia dinilai sebagai pejabat yang bersih. Bersih dalam arti tidak terlibat dalam praktik korupsi maupun suap-menyuap. Bambang juga termasuk salah satu nama yang diunggulkan oleh para pelaku pasar keuangan.

"Dia termasuk wamen (wakil menteri) yang terkenal bersih, jadi bibit bebet bobotnya sudah teruji. Cocoklah (jadi Menteri Keuangan)," katanya.

Bambang juga termasuk salah satu yang mendukung rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) demi menghemat anggaran negara. Hal ini yang sudah dinanti-nanti pelaku pasar keuangan.

Nurdin Abdullah Calon Menteri Pertanian?

Pertanian menjadi sektor yang penting saat ini, mengingat Indonesia masih mengimpor bahan-bahan pertanian, bahkan hingga peternakan.

Dari seleksimenteri.com yang dilakukan oleh detik.com. Ada sejumlah nama calon menteri pertanian yang dipilih. Nama-nama tersebut adalah Bayu Krisnamurthi, Dwi Andreas Santosa, Nurdin Abdullah, dan Rusman Heriawan.

Menarik untuk disimak adalah profil Nurdin Abdullah. Profesor pertanian kelahiran 7 Februari 1963 ini sukses membangun pertanian di Bantaeng, kabupaten di Sulawesi Selatan.

Dari informasi yang didapat detikFinance saat berkunjung ke Bantaeng, Nurdin yang menjadi Bupati sejak 2008 ini bertekad memajukan pertanian Bantaang karena penyakit Tungro tanaman padi yang terjadi di wilayah tersebut.

Kala itu, sekitar 600 hektar tanaman padi di Bantaeng terserang penyakit Tungro, dari total luas sawah 7.500 hektar. Ini akibat bantuan benih unggul yang kurang tepat, dan transfer teknologi yang sangat minim.

Nurdin menggunakan ilmu pengetahuan yang dimilikinya, mengubah sektor pertanian di Bantaeng. Bahkan sekarang dia membuat zona-zona potensi pertanian unggulan.

Tanggapan Lino Soal Kabar Calon Menteri

Direktur Utama PT Pelindo II (IPC) RJ Lino tak mau ambil pusing soal namanya yang santer disebut-sebut sebagai calon menteri Joko Widodo (Jokowi). Dia lebih memilih mengurus pelabuhan daripada menjadi seorang menteri.

"Saya lebih senang ngurusin pelabuhan saja I, II, III, IV," tegas Lino di acara IPC Stakeholder Award, di Hotel Shangrila, Jakarta, Rabu (22/10/2014)

Menurut Lino, dirinya pernah menyampaikan kepada Jokowi, posisinya akan lebih strategis bila tetap bertahan di Pelindo II. Ia berjanji akan membangun 10 pelabuhan baru selama 3-4 tahun. Selain itu, akan membangun ulang atau merevitalisasi 20-25 pelabuhan yang ada, dengan investasi hingga US$ 7 miliar tanpa dana APBN.

"Saya bilang sama beliau itu. Saya ngurusin pelabuhan saja I, II, III, IV. Saya beresin itu," tegas Lino.

Lino menjelaskan, persoalan pelabuhan sangat rumit karena terkait regulasi 7 kementerian seperti perhubungan, kementerian keuangan, pertanian, perdagangan dan lainnya. Sehingga persoalan tak bisa diselesaikan oleh satu kementerian perhubungan saja.

"Saya nggak ingin apa yang saya kerjakan di IPC itu kan, IPC itu sudah tinggal terbang gitu. Kalau dulu kita tenggelam, sekarang tinggal terbang," katanya.

Ia juga mengaku belum berpikir untuk menjadi seorang menteri. Saat ini ia lebih memilih fokus mengurus pelabuhan, meskipun bila ada tugas dari presiden untuk tugas level seorang menteri, Lino menyatakan siap.

"Kalau diperintah presiden saya siap! Tapi negosiasikan dulu," katanya.

Siapa Calon Menko Perekonomian?

Tony Prasetiantono, pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada, menilai Chairul Tanjung dan Sri Mulyani Indrawati adalah nama-nama yang pas menduduki posisi Menko Perekonomian.

Chairul Tanjung, yang akrab disapa CT, pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian di pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Sedangkan Sri Mulyani, Direktur Pelaksana Bank Dunia, sempat menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Keuangan, sampai Menko Perekonomian.

Menurut Tony, CT tepat mendampingi Jokowi. Dalam periode yang terbilang singkat, CT bisa menyelesaikan sejumlah masalah. Kecepatan, karakter yang juga dimiliki Jokowi.

"Pak CT saya lihat cukup berhasil saat beberapa bulan menjadi Menko di akhir era SBY. Dia tipe trouble shooter, cekatan," katanya kepada detikFinance, Rabu (22/10/2014).

Menurutnya, karakter itu tidak lepas dari latar belakang CT sebagai pengusaha. Seorang pengusaha dituntut bisa mengambil keputusan dengan cepat.

"Tipe seperti itu cocok dengan irama kerja Presiden Jokowi yang juga gesit. Mereka berdua saya duga bisa menemukan chemistry-nya," ujar Tony.

Calon lainnya, tambah Tony, adalah Sri Mulyani. Sedikit berbeda dengan CT, wanita yang akrab disapa Ani punya beberapa keunggulan. Di antaranya adalah kapasitas di bidang ekonomi, pengalaman menjalani tiga menteri, dan jaringan Internasional.

"β€ŽSri Mulyani juga pilihan terbaik untuk Menko Perekonomian. Dia unggul di kapasitas, pengalaman di kabinet, maupun network internasional," kata Tony.

Fauzi Ichsan, Ekonom Standard Chartered Bank, mengatakan seorang Menko Perekonomian haruslah sosok yang dihormati oleh menteri-menteri lainnya. Pasalnya, seorang Menko Perekonomian adalah koordinator dari 17 kementerian.

"Harus qualified, harus seorang senior. Tapi bukan senior citizen (manula) juga," ujarnya.

Fauzi menyebutkan satu syarat utama seorang Menko Perekonomian. "Pokoknya yang bisa memanggil menteri dan menteri yang dipanggil langsung datang," tegasnya.
Halaman 2 dari 6
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads