Salah satu syaratnya adalah penampilan barista alias pelayannya sama sekali tidak boleh memperlihatkan tato. Hal ini sempat mendapat protes dari beberapa barista di Amerika Serikat (AS).
Pegawai yang akan dapat kenaikan upah adalah para barista dan manajer. Sayangnya Starbucks tidak menyebut berapa besaran kenaikan upah yang mulai berlaku Januari 2015 itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Starbucks memang tidak mengizinkan tato pegawai terlihat oleh pelanggan, tapi mulai 20 Oktober kemarin aturan berpakaian alias dress code-nya diubah menjadi lebih ekspresif.
Para pelayannya sekarang bebas berekspresi dengan menggunakan pakaian seperti kemeja tanpa dikancingkan, celana pendek, rok pendek, jeans hitam, celana kain coklat muda, dan scarf atau dasi warna-warni.
Sebelum adanya aturan baru ini, para pelayan Starbucks hanya diperbolehkan memakai seragam hitam-putih saja.
(ang/dnl)











































