Sri Mulyani Ungkap Kelemahan RI

Sri Mulyani Ungkap Kelemahan RI

- detikFinance
Kamis, 23 Okt 2014 14:33 WIB
Sri Mulyani Ungkap Kelemahan RI
Jakarta - Sri Mulyani Indrawati, Direktur Pelaksana Bank Dunia, menyebutkan pemulihan ekonomi global dihantui dengan berbagai risiko. Salah satunya adalah terkait harga komoditas.

Dalam beberapa tahun terakhir, harga komoditas cenderung bertahan di level rendah. Ini menjadi salah satu faktor risiko dan kelemahan bagi sejumlah negara. Salah satu negara yang kena dampaknya adalah Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan kala memberi sambutan dalam acara pertemuan menteri keuangan negara-negara APEC di Beijing, Tiongkok.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kekhawatiran bahwa ekonomi global akan melambat, pasokan yang melimpah, dan kuatnya nilai tukar dolar AS menjadi penyebab penurunan harga komoditas," tuturnya dalamm sambutan seperti dikutip dari situs Bank Dunia, Kamis (23/10/2013).

Bank Dunia, lanjut Sri Mulyani, memiliki indeks harga energi. Dia menyebutkan indeks energi Bank Dunia turun sekitar 6% pada kuartal III-2014.

Penurunan harga komoditas, tambah Sri Mulyani, bagai dua sisi mata uang. Ini berdampak positif bagi negara-negara yang impornya besar, tetapi menyakitkan bagi negara-negara yang perekonomiannya mengandalkan ekspor komoditas.

"Negara-negara pengekspor komoditas seperti Indonesia adalah contoh yang mengalami dampak negatif jika penurunan harga komoditas terus terjadi. Sementara untuk negara seperti Kamboja, justru diuntungkan karena impor akan lebih murah," papar Sri Mulyani, yang disebut-sebut akan mengisi posisi menteri di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Situasi ini, menurut Sri Mulyani, sangat mempengaruhi aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, para pembuat kebijakan diharapkan terus berupaya menstabilkan ekonomi dan memperkuat fundamental.

(hds/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads