Dalam sambutannya di acara pertemuan menteri keuangan negara-negara APEC di Beijing (Tiongkok), Sri Mulyani menyebut ada 2 risiko non ekonomi yang dampaknya bisa merusak ekonomi. Pertama adalah ebola.
"Ini adalah guncangan bagi negara-negara Afrika. Sampai akhir 2015, kami perkirakan dampak ekonomi akibat ebola bisa mencapai US$ 32,6 miliar," kata Sri Mulyani dalam sambutannya seperti dikutip dari situs Bank Dunia, Kamis (23/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua adalah instabilitas politik. Sri Mulyani memberi dua contoh yaitu krisis Negara Islam Irak-Suriah (ISIS) dan ketegangan di Ukraina.
"Kami memperkirakan ekonomi Ukraina akan turun sampai 8% tahun ini. Belum lagi dampaknya kepada Rusia, karena pemberlakuan sanksi dari berbagai negara," paparnya.
Kesimpulannya, Sri Mulyani melihat bahwa pemulihan ekonomi dunia tidak akan berjalan mulus. "Proses pemulihan ini sangat rentan, masih banyak risiko yang mengintai," tegasnya.
(hds/dnl)










































