"Buruh juga butuh dipijat-pijat," ujar Anggota Dewan Pengupahan DKI Jakarta dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Dedy Hartono kepada detikFinance, Sabtu (25/10/2014).
Dedy menambahkan, alasan pihaknya mengusulkan adanya uang tambahan untuk pijat refleksi karena aktifitas kerja buruh yang cukup melelahkan. Selain itu untuk mengembalikan stamina dan daya tahan tubuh, buruh butuh dipijat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia menegaskan, kebutuhan pijat refleksi sampai saat ini masih usulan. Harus ada kajian yang matang seberapa penting kebutuhan pijat refleksi bagi buruh.
"Ini masih usulan loh ya, masih ada kajian yang harus kita pertimbangkan," jelasnya.
(wij/rrd)











































