Sejumlah nama-nama calon menteri di bidang perekonomian atau keuangan sudah banyak beredar, di antaranya mantan Wakil Menteri Keuagan (Wamenkeu) Bambang Brodjonegoro, Mantan Gubernur BI Darmin Nasution, Mantan Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Mantan Menkeu Sri Mulyani, Mantan Wamenkeu dan Kepala BKPM Mahendra Siregar, dan lain-lain.
Bagi pelaku pasar dan investor, mereka ingin para menteri ekonomi khususnya menteri keuangan dipegang oleh sosok yang bisa langsung bekerja, tanpa harus ada proses belajar lagi. Dengan kata lain, menkeu baru adalah orang sudah punya pengalaman dan rekam jejak yang baik selama di pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Chatib Basri itu cocok, tepat, lebih ke dia. Mengerti ekonomi dan cukup reaktif terhadap permasalahan,” ujar dia saat dihubungi detikFinance, Minggu (26/10/2014).
Akuntino menjelaskan, Chatib punya kapasitas yang mumpuni untuk menjaga perekonomian Indonesia melalui kebijakannya. Dia mengungkapkan, masa kepemimpinan Chatib sebagai Menkeu mampu menekan angka defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan inflasi.
“Sedikit banyak saat Chatib memimpin, kita tidak terjerumus terlalu dalam. Tidak terjerembab saat perekonomian di 2013 sedang guncang. Chatib salah satu contoh sosok yang bisa menjaga ekonomi Indonesia dari guncangan, dia cukup reaktif. Dia concern soal APBN, bisa menekan angka defisit,” jelas dia.
Selain itu, Chatib juga berupaya untuk terus mendorong kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) agar bisa menekan angka defisit anggaran yang sudah membengkak.
“Dia terus mendorong kenaikan harga BBM, meskipun dia tidak bisa menaikkan harga BBM tapi dia terus dorong. Saat Chatib memimpin juga inflasi bisa ditekan,” pungkasnya.
Selain nama Chatib Basri, nama-nama menteri ekonomi khususnya bidang keuangan yang dianggap siap langsung kerja adalah Bambang Brodjonegoro dan Mahendra Siregar yang juga pernah menjabat sebagai wakil menteri keuangan.
Rencananya bila pengumumuman kabinet diumumkan sore ini, Minggu (26/10/2014), maka proses pelantikan akan dilakukan Senin (27/10/2014). Harapannya setelah dilantik, para menteri ekonomi yang dilantik bisa langsung bekerja.
(drk/hen)










































