Rekonstruksi Semen Andalas Akibat Tsunami Lebih Setahun

Rekonstruksi Semen Andalas Akibat Tsunami Lebih Setahun

- detikFinance
Jumat, 14 Jan 2005 13:26 WIB
Jakarta - PT Semen Andalas Indonesia mengakui pabriknya yang terletak di Banda Aceh mengalami kerusakan hingga 45 persen dan diperkirakan rekonstruksinya makan waktu lebih dari setahun.Hal tersebut disampaikan Direktur Industri kimia hilir Departemen Perindustrian, Tony Tanduk kepada wartawan saat ditemui dikantornya Jl. Gatot subroto Jumat(14/1).PT Semen Andalas Indonesia berlokasi di Lhok Nga km.17 Banda Aceh dan telah beroperasi sejak tahun 1983. Akibat bencana gempa dan tsunami, diperkirakan Semen Andalah tidak akan berproduksi untuk sementara dan berdampak pada berkurangnya pasokan semen nasional hingga 1.169 ribu ton semen pertahunnya.Menurut penjelasan Tony, akibat bencana tersebut, sistem kelistrikan Semen Andalas rusak total karena pembangkitnya terendam air ditambah aliran kapur dari gunung kapur didekatnya. Namun perangkat lainnya dilaporkan tidak mengalami kerusakan yang berarti."Bahkan tadi Dirutnya Thomas Patrick Ehrhart telah menemui menteri perindustrian untuk melaporkan keadaan disana serta memberikan komitmennya untuk membangun kembali karena status pabrik ini adalah penanaman modal asing dengan saham terbesar dipegang Lafarge, Paris sebesar 88% dan sisanya berasal dari international finance cooperation (IFC)," papar Tony.Tercatat pada tahun 2004, Semen Andalas memperoduksi semen setahunnya 1.169 ribu ton dengan tujuan pasokan Aceh, Sumut, Riau. Sementara ekspornya mencapai 60 ribu ton per tahun diantaranya dengan tujuan ke Sri Lanka dengan nilai 1 ton sekitar US$ 150.Semen Andalas juga memproduksi semen Portland type I dan Portland Pozzolan Cement Menurut Tony, untuk kebutuhan rehabilitasi Aceh, pasokan semen untuk sementara didatangkan dari padang yaitu dari Semen Padang dan Indocement (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads