"Begitu masuk dan rapat pertama kali tadi dengan keluarga besar Kemendag, semua pejabat eselon panggil saya Pak Menteri, kok saya agak bingung saja. Lebih baik panggil saya Pak Rachmat jangan Pak menteri," kata Rachmat Gobel usai serah terima jabatan di Auditorium Utama Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (27/10/2014).
Menurutnya memanggil namanya jauh lebih baik dan sederhana dibandingkan bila dipanggil sebagai menteri. Ia juga mengatakan nama Rachmat juga punya arti yang positif sesuai Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat menjabat sebagai Mendag, Rachmat mengaku bingung, karena selama ini pola hidup sebagai pengusaha yang biasanya bebas dan tanpa aturan. Setelah menjadi menteri, justru diatur cukup ketat oleh protokoler kementerian perdagangan.
"Pagi tadi saya bangun dibangunin istri saya. Kata istri saya, bangun mandi dan cepat berangkat, sekarang kan sudah jadi menteri. Lalu setelah itu dijemput protokol saya jadi agak bingung sekarang," keluhnya.
(wij/hen)











































