Menurut Mardiasmo, dirinya belum sempat membahas pembagian tugas dengan Bambang. "Belum, baru sidang perdana. Nanti kita akan koordinasi lebih lanjut," ujarnya di kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (27/10/2014).
Meski demikian, Mardiasmo menyebutkan bahwa tugasnya adalah membantu menciptakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang optimal. Pendapatan bisa meningkat dan belanja negara bisa optimal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tugas Mardiasmo sepertinya memang lebih berat karena sebelumnya ada 2 orang Wamenkeu. Dia harus mampu mengkoordinasikan seluruh eselon I di Kemenkeu yang jumlahnya tidak sedikit.
"Ditjen Pajak saja ada 30.000 orang. Kemenkeu itu besar dan program beda-beda. Maka kita bagaimana menyatukan koordinasi ini supaya lebih koordinatif, prudence," terangnya.
Meski Jokowi ingin para pembantunya bekerja cepat, lanjut Mardiasmo, harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian. "Tadi Bapak Presiden menyampaikan jangan sampai kita tancap gas tapi salah, sehingga kita harus betul prudent. Semua didukung dengan dokumen, dengan telaah yang baik tapi harus cepat efektif," terangnya.
(mkl/hds)










































