Paris Club Bisa Pahami Sikap Hati-hati RI Atas Moratorium
Jumat, 14 Jan 2005 13:46 WIB
Jakarta -
Paris Club bisa memahami sikap Indonesia yang sangat hati-hati terhadap tawaran moratorium utang dari Paris Club. Ini mengingat setiap masalah utang bisa membawa konsekuensi kredibilitas keuangan. "Setiap negara memang harus hati-hati dan sejauh ini memang Paris Club memahami," kata Menteri Keuangan Jerman Hans Eichel seperti dilansir Deutsche Welle.Pernyataan tersebut disampaikan Eichel usai bertemu dengan Menlu Hassan Wirajuda di Berlin, Kamis (13/1/2005) waktu setempat."Setiap masalah utang bisa membawa risiko terhadap kredibilitas keuangan. Dan itu adalah sesuatu yang tidak diinginkan (Indonesia). Sebab saat ini Indonesia tidak sedang berada pada krisis ekonomi ataupun krisis keuangan dan juga Indonesia lebih menginginkan bantuan daripada pembekuan utang," papar Eichel. Sementara Menlu Hassan Wirajuda dalam konferensi pers usai pertemuan dengan Eichel mengatakan bahwa Indonesia masih mempertimbangkan tawaran pembekuan pembayaran utang dari negara donor Paris Club. "Kamu akan terus melakukan diskusi atas tawaran moratorium utang," ujar Wirajuda menanggapi hasil Paris Club sebelumnya. Wirajuda mengakui bahwa saat ini di dalam negeri Indonesia sendiri masih terjadi perdebatan sengit soal tawaran moratorium ini. "Kami tidak ingin nantinya justru merusak perekonomian Indonesia. Kami tidak ingin pasar ke arah yang salah dan kami tidak ingin peringkat utang kami terpangaruh secara negatif," tegas Wirajuda.
(qom/)










































