Amran merupakan pendiri dan CEO Tiran Group. Berbagai usaha Amran antara lain pabrik gula, kebun kelapa sawit, pembangunan industri pestisida, dan lain-lain.
"Saya nggak mengurusi perusahaan. Yang paling penting, perusahaan saya nggak boleh masuk sini (Kementerian Pertanian). Keluarga juga nggak boleh," kata Amran di kantornya, Jakarta, Selasa (28/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Birokrasi di BUMN bidang perkebunan," katanya.
Amran merupakan lulusan S1, S2, dan S3 Pertanian Universitas Hasanuddin dan bekerja sebagai Pegawai PTPN XIV, Dosen Universitas Hasanuddin, Makassar, Direktur dan pendiri Tiran Group.
10 Perusahaan yang masuk dalam unit bisnis Tiran Group adalah sebagai berikut: PT Tiran Indonesia (tambang emas), PT Tiran Sulawesi (perkebunan tebu dan sawit), PT Tiran Makassar (distributor Unilever), PT Tiran Bombana (emas, timah hitam), PT Tiran Mineral (tambang nikel), PT Amrul Nadin (SPBU percontohan Maros), CV Empos Tiran (produsen rodentisida), CV Profita Lestari (distributor pestisida), CV Empos (distributor Semen Tonasa), PT Bahteramas (pabrik gula di Konawe Selatan).
PT Tiran Group bekerjasama dengan perusahaan Timur Tengah akan membangun dua unit pabrik gula di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara untuk menjawab kekurangan kebutuhan gula khususnya di wilayah kawasan Indonesia Timur yang mencapai 240.000 ton gula per tahun.
(hen/hds)











































