Menpera-PU Basuki Blusukan Tak Pakai Mobil Menteri

Menpera-PU Basuki Blusukan Tak Pakai Mobil Menteri

- detikFinance
Rabu, 29 Okt 2014 08:38 WIB
Menpera-PU Basuki Blusukan Tak Pakai Mobil Menteri
Jakarta - Menteri Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (Pera-PU) Basuki Hadimuljono hari ini melakukan blusukan perdana memantau perkembangan Jalan Tol Cikampek-Palimanan.

Ada pemandangan unik pada aktifitasnya kali ini, seperti pantauan detikFinance, Rabu (29/10/2014), Basuki tidak menggunakan mobil menteri melainkan menggunakan kendaraan dinas yang digunakannya semasa menjabat sebagai Direktur Jenderal Tata Ruang Kementerian PU di Periode yang lalu.

Mobil tersebut adalah Toyota Fortuner berpelat B 1415 RFS dengan kelir hitam. Tampak pada kesempatan tersebut, dirinya mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu celana panjang berwarna abu-abu dan sepatu berwarna serasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum menjabat sebagai menteri, Basuki sudah malang melintang di Kementerian PU dengan pengalaman cukup panjang. Ia sudah lebih dari 31 tahun menjadi PNS, pernah menjabat menjadi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) (2005-2007), menjadi Inspektur Jenderal (2007-2013) dan terakhir menjadi Direktur Jenderal Penataan Ruang (2013).

Basuki meraih gelar sarjana (S1) Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada, Magister (S2) dan Doktor (S3) Teknik Sipil dari Colorado State University, Amerika Serikat.

Dalam perjalanannya juga, Basuki pernah mengemban tugas khusus nasional, yaitu Ketua Kelompok Kerja SDA Rehabilitasi Pasca Tsunami Aceh (2004-2005), Ketua Tim Independen Penanggulangan Kerusakan Jalan Tol Purbaleunyi (2006), Anggota Tim Nasional Penanggulangan Kerawanan Pangan Yahukimo – Papua (2006), dan Ketua Tim Nasional Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (2006-2007).

Ia pernah dapat piagam Penghargaan Pegawai Teladan Departemen Pekerjaan Umum (1995), Satyalancana Karya Satya X Tahun 2001, Satyalancana Karya Satya XX (2003), Satyalancana Pembangunan Tahun (2003), Satyalancana Wirakarya (2005), Satyalancana Kesejahteraan Sosial Pasca Tsunami NAD (2005), dan Satyalancana Karya Satya XXX (2014).

(dna/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads