Bingung, Menkeu RI Enggan Komentar Lagi Soal Moratorium
Jumat, 14 Jan 2005 15:59 WIB
Jakarta - Menkeu Jusuf Anwar mengaku dirinya enggan terlalu banyak berkomentar lagi atas rencana moratorium Paris Club karena sudah terlalu banyak yang memberikan komentar termasuk Menkeu Jerman dan Perancis. "Menkeu Jerman bilang pemerintah Indonesia menolak, kemudian Menkeu Perancis bilang akan diberikan moratorium US$ 3 miliar. Saya tidak tahu mana yang benar. Saya cek ke Paris dari tim yang datang ke sana. Ternyata tidak begitu ceritanya. Jadi saya males bicara. Tunggu saja mereka (Paris Club) yang kasih pernyataan," tegasnya.Pernyataan itu disampaikan Menkeu disela-sela ulang tahun ISEI ke-50, Jalan Daksa, Jakarta, Jumat (14/1/2005).Namun ia menekankan, pemerintah Indonesia tetap mengapresiasi atau menghargai tiap usaha menolong Indonesia baik bilateral maupun multilateral melalui Paris Club. Pemerintah Indonesia, lanjut dia, akan menunggu hasil penilaian dari Bank Dunia dan IMF mengenai kerusakan. Selanjutnya setelah penilaian selesai dan Indonesia harus mengajukan secara resmi, maka pemerintah akan melihat terlebih dahulu apa saja syaratnya apakah dalam kerangka Paris Club normal atau tidak. "Kalau kita mintanya di luar prosedur normal, artinya kita tidak dikenai syarat harus masuk program IMF dan tidak dikenai komparabilitas treatmen untuk swasta," demikian Menkeu.
(qom/)











































