Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan ESDM Kementerian Pertanian (Kementan), Winny Dian Wibawa, mengatakan pihaknya akan fokus mendukung dari aspek pengawalan dan penyampaian teknologi kepada petani.
"Kami akan memperkuat badan penyuluhan pertanian yang ada di kecamatan, antara lain fasilitas, kegiatan-kegiatan, permasalahan-permasalahan petani akan diselesaikan," katanya ketika ditemui di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata dalam satu kecamatan ada sekitar 8-16 penyuluh. Penyuluhan itu melatih kelompok petani dan membina per kelompok," ujarnya.
Ia pun optimistis jika cara ini dilakukan secara terpadu maka Indonesia bisa swasembada pangan (beras, jagung, kedelai, gula, daging) dalam waktu empat tahun.
"Sangat mungkin kalau ini dilakukan secara terpadu dan prospeknya baik," katanya.
Ia mengatakan, Kementan sudah siap dengan dana untuk program ini. Kementan juga mengajak daerah-daerah sentra produkai untuk berkomitmen memberikan kontribusi.
"Karena tidak bisa semuanya dari pusat. Kuncinya harus didampingi penuh dalam setiap program apapun untuk efektivitas. Kita juga harus optimalkan lahan yang nganggur agar diintensifkan," ujarnya.
(ang/hds)










































