Apa Kabar KRL Khusus Bandara Soekarno Hatta?

Apa Kabar KRL Khusus Bandara Soekarno Hatta?

- detikFinance
Kamis, 30 Okt 2014 17:40 WIB
Apa Kabar KRL Khusus Bandara Soekarno Hatta?
Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara keroyokan membangun kereta khusus Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng.

Pembangunan kereta khusus bandara pertama di Pulau Jawa ini sempat terkendala pengadaan lahan sehingga proses penyelesaiannya beberapa kali meleset dari jadwal. Lantas bagaimana kelanjutan mega proyek KRL khusus Bandara Soetta ini?

Anak usaha PT KAI yang menangani pengelolaan KRL Bandara Soetta, PT Railink, saat ini sudah mempersiapkan semua bahan kontruksi untuk infrastruktur KA Bandara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"KAI sudah mulai kegiatan proyek kereta bandara. Kita sudah kirim material rel dan bantalan beton 2 bulan lalu, wesel kereta bulan ini masuk dari China. Izin sudah selesai," kata Dirut Railink M. Fadhil saat acara sertijab Menhub di Kemenhub, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Fadhil menyebut pembangunan fisik jalur rel saat ini belum bisa dilakukan. Alasannya adalah pembebasan lahan untuk proyek KRL Bandara Soetta masih tersisa 5%.

Perusahaan belum mau memulai pembangunan jika pembebasan belum tuntas 100% karena pertimbangan aspek risiko.

"Ada kendala pengadaan lahan nggak sampai 5%. Trase baru yang dibangun oleh kita 12,3 km. Ini sedang kita upayakan karena sudah mundur dari schedule," jelasnya.

KAI selaku induk dari Railink sebetulnya sudah mengupayakan berbagai cara untuk mempercepat proses pembebasan lahan. BUMN kereta ini bahkan berani menawarkan kepada anggota dari kepala keluarga yang lahannya bersedia dibebaskan untuk menjadi karyawan KAI.

"Kita tawarkan untuk 1 keluarga setor nama 1 orang. Syaratnya dia sehat, minimum pendidikannya SMA untuk jadi karyawan KAI. Bahkan di Stasiun Batuceper. Ada prasasti nama-nama orang yang melepaskan tanahnya," jelasnya.

Guna mempercepat pembebasan lahan, KAI juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangerang. Targetnya proses konstruksi bisa dimulai pada akhir 2014. Proses pembangunan membutuhkan waktu 1 tahun.

"Akhir tahun mulai fisik," ujarnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads