Hari ini merupakan hari keempat Sofyan Djalil menjabat Menko Perekonomian. Sofyan mengisi aktivitas hari ini dengan rapat dan berbagai pertemuan. Pagi hari, Sofyan hadir di kantor presiden pukul 09.00 WIB.
Sofyan harus menghadiri undangan rapat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Wapres Jusuf Kalla (JK), serta para menteri ekonomi lainnya.
Pembahasannya adalah seputar makro ekonomi secara umum. Lebih khusus arahnya adalah untuk kebijakan ekonomi yang akan dikeluarkan dalam waktu dekat. Seperti penyaluran kartu Indonesia sehat dan pintar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahwa koreksi kebijakan akan dilaksanakan paling lambat akhir tahun," ujar Sofyan usai rapat di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (30/10/2014).
Sofyan menambahkan, selama ini subsidi BBM memang tidak tepat sasaran. Subsidi BBM kebanyakan dinikmati oleh pemilik kendaraan pribadi, yang notabene orang mampu.
Padahal, pemerintah menganggarkan dana ratusan triliun rupiah untuk subsidi BBM. Akan lebih baik jika dana sebesar itu digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.
"Subsidi selama ini tidak mencapai sasaran dan akan diberikan sasaran lebih tepat. Misalnya dengan kartu sehat, kartu pintar, dan kartu keluarga sejahtera," tutur Sofyan.
Sofyan berharap masyarakat bisa memahami pentingnya pengalihan subsidi BBM. "Subsidi ini masalah kita bersama. Kita sadar bahwa ini salah sasaran," tegasnya.
Usai dari kantor Presiden, Sofyan kembali ke kantor sekitar pukul 13.30 WIB. Ia langsung memasuki lift untuk menuju ruangannya yang terletak di lantai 3.
Pukul 14.30 WIB, Sofyan kedatangan tamu dari Kedutaan Besar Tiongkok. Tidak diketahui pembicaraan yang dilakukan oleh Sofyan. Namun pertemuannya berlangsung sekitar satu jam.
Mantan Menteri BUMN tersebut kembali melanjutkan pekerjaannya. Masih mengenakan baju putih, Sofyan tampak meninggalkan kantor pukul 20.00 WIB.
(mkl/dnl)











































