Bangun 3 Pelabuhan, Pelindo II Cari Utang Rp 12 Triliun

Bangun 3 Pelabuhan, Pelindo II Cari Utang Rp 12 Triliun

- detikFinance
Jumat, 31 Okt 2014 12:56 WIB
Bangun 3 Pelabuhan, Pelindo II Cari Utang Rp 12 Triliun
Jakarta - Untuk mendukung sektor kemaritiman Indonesia, PT Pelindo II bakal menggarap 3 proyek pelabuhan tahun depan. Pelabuhan itu ada di Sorong, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat.

Selain itu, BUMN ini juga bakal menerbitkan obligasi atau surat utang di April tahun depan, sebesar US$ 1 miliar, atau sekitar Rp 12 triliun.

Direktur Utama Pelindo II RJ Lino mengungkapkan, proyek-proyek tersebut rencananya akan mulai dilakukan pada triwulan III-2015, dan akan selesai dalam 2-2,5 tahun ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin bangun pelabuhan di Sumsel, Kalbar, dan Sorong. Sudah teken pinjaman US$ 1 miiar dari 7 bank asing. Tahun depan, sekitar April, kita akan terbitkan obligasi US$ 1 billion. Semuanya dimulai triwulan tiga tahun depan. Sekitar 2-2,5 tahun selesainya," jelas Lino saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Dia menjelaskan, untuk pembangunan pelabuhan di Sorong, Papua Barat nilai investasinya mencapai Rp 2 triliun dengan estimasi kapasitas daya tampung mencapai 500-600 TEUs per tahun. Kendala soal pembebasan lahan hutan sudah dibereskan.

"Sekarang masalah hutan sudah selesai. Yang di Sorong investasi Rp 2 triliun, estimasi kapasitas 500-600 TEUs," kata dia.

Sementara untuk pelabuhan baru Kijing di Kalimantan Barat, nilai investasinya mencapai Rp 3 triliun. "Kalbar pelabuhan baru Kijing di laut. Investasi Rp 3 triliun. Itu di laut," ujarnya.

Sedangkan untuk Pelabuhan Tanjung Api-api di Sumatera Selatan belum bisa diproyeksikan besaran investasinya.

"Sumsel Tanjung Api-api, itu pelabuhan, belum tahu angkanya," katanya.

Tahun depan, perseroan mencanangkan dana belanja modal atau Capital Expenditure (Capex) sebesar Rp 6 triliun.

Perseroan juga menargetkan kenaikan laba di tahun depan mencapai Rp 2,5 triliun. Tahun ini, laba perseroan ditargetkan mencapai Rp 2 triliun. "Sementara target laba segitu sampai akhir tahun," katanya.

Perseroan juga menargetkan bisa meningkatkan volume arus peti kemas sebesar 10% dari volume saat ini yang mencapai 7 juta TEUs.

Lino berambisi bisa menaikkan aset Pelindo II hingga Rp 40 triliun tahun depan. Saat ia baru menjabat sebagai Dirut, Pelindo II asetnya Rp 6,5 triliun.

"Volume bisa lebih baik, tarif-tarif CPO yang tadinya nggak jelas diperbaiki semua. Volume diharapkan bisa naik 8-10% tahun depan. Saat ini 7 juta TEUs," ujar dia.

Perseroan juga telah mendapatkan pinjaman dari 7 perbankan asing yang nilainya mencapai US$ 1 miliar untuk merampungkan proyek pelabuhan New Tanjung Priok.

"Kalau New Priok tahap 1 sudah kelihatan," pungkasnya.

(drk/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads