Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat mengatakan, ada 3 hal yang menjadi tolak ukur pengusaha untuk menyerap tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan negara di sektor TPT.
"Itu tantangan yang harus kita lakukan. Ada 3 hal," kata Ade ditemui di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (31/10/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Infrastruktur gasnya harus bagus. Lalu listrik juga untuk industri harus dibedakan dengan konsumsi biasa," tuturnya.
Kedua adalah peningkatan produktivitas sumber daya manusia. Ade mengatakan, akan ada kerja sama antara Kementerian Perindustrian dan pelaku usaha untuk memberikan semacam pelatihan dan sertifikasi bagi para tenaga kerja atau calon tenaga kerja. Termasuk jaminan agar calon tenaga kerja tersebut langsung terjun ke lapangan.
"Pekerja ini three in one. Pertama dilatih gratis, lalu harus memiliki sertifikat, dan dilatih langsung kerja. Ke depan kita menjadikan akademi komunitas," paparnya.
Lalu yang ketiga adalah upaya pemerintah untuk memperbaiki tata niaga di sektor ini. Ade mengusulkan agar pemerintah lebih ekspansif melakukan ekspor dengan banyak akses seperti Trans Pacific Partnership (TPP).
"Harus ikut TPP melalui gerbong Amerika Serikat. Lalu berunding dengan Eropa melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA)," katanya.
Ade yakin, jika tiga hal tersebut bisa direalisasikan maka ekspor TPT bisa meningkat tajam. "Ekspor tekstil akan meningkat 3 kali lipat dalam 3 atau 5 tahun. Sekarang US$ 13 miliar," tuturnya.
Begitu juga dengan penyerapan tenaga kerja di sektor ini. Kalau 3 tersebut dilakukan, maka bisa menciptakan lapangan kerja bagi 90.000 orang per tahun.
(zul/hds)











































