"Pak Jokowi-JK kan punya cita-cita Indonesia harus swasembada pangan dalam 3 tahun. Kita akan buatkan infrastruktur yang mendukung rencana itu," ujar Menteri PU Pera Mochamad Basuki Hadimuljono kepada detikFinance, di kantor pusat BPK, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (31/10/2014).
Upaya yang dilakukannya untuk merealisasikan hal tersebut, adalah membangun sejumlah bendungan dan perbaikan saluran irigasi untuk sejumlah titik persawahan di seluruh Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelum akhir tahun, kita menargetkan ada 5 bendungan lagi yang bisa ditandatangani kontrak pembangunannya," sambung dia.
Lima bendungan yang tersebut adalah Nangroe Aceh Darussalam, Banten, Kudus, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Timur. Lewat tambahan 5 bendungan tersebut, maka akan ada 21 bendungan yang pengerjaan fisiknya akan dilakukan.
"Anggaran untuk 5 bendungan ini sudah masuk di DIPA 2014 dan 2015. Jadi nggak ada masalah. Mudah-mudahan, setelah tanda tangan kontraknya bisa langsung jalan," tutur dia.
Basuki menambahkan, pembangunan bendungan ini akan terus berlanjut hingga 2019. "Target kita bisa tambah baru 20 lagi antara 2014-2019. Mudah-mudahan bisa lebih," sambung dia.
Proyek lain yang tak kalah penting adalah perbaikan saluran irigasi yang mulai rusak. "Irigasinya perlu diperbaiki. Kalau air nggak mengalir, percuma kita bikin tampungan air, tapi airnya nggak sampai ke sawah," ucap Basuki.
Adapun proyek penambahan irigasi untuk mengairi satu juta hektar lahan perswahan baru yang juga dicanangkan pihaknya. Program ini akan didanai dari pengalihan anggaran subsidi BBM. "Angkanya masih dihitung Menteri Keuangan," sebut dia.
Basuki optimistis, program pembangunan infrastruktur dan bendungan ini dapat mendorong terwujudnya cita-cita kedaulatan pangan Indonesia.
"Ini bagus karena jadi saling dukung. Kalau dikerjakan pertanian saja tanpa didukung yang lain, kan sama saja. Sawah luas kalau nggak ada air, tanamannya nggak hidup. Jadi mudah-mudahan bendungan dan irigasi ini bisa cepat jadi supaya kita bisa mencapai kedaulatan pangan," pungkasnya.
(dna/dnl)











































