Blusukan Tengah Malam ke Pasar Kramat Jati, Ini Tujuan 3 Menteri Jokowi

Blusukan Tengah Malam ke Pasar Kramat Jati, Ini Tujuan 3 Menteri Jokowi

- detikFinance
Sabtu, 01 Nov 2014 02:21 WIB
Blusukan Tengah Malam ke Pasar Kramat Jati, Ini Tujuan 3 Menteri Jokowi
Foto: Blusukan 3 Menteri (Fadillah-detikFinance)
Jakarta - Tiga menteri ekonomi Kabinet Kerja pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan blusukan tengah malam ke Pasar Induk Kramat Jati. Apa tujuan menteri ini melakukan blusukan tengah malam?

Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang ikut blusukan mengatakan, tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengecek langsung harga pangan di pasar.

Selain Amran, aksi blusukan tengah malam ini diikuti oleh Menteri Perdagangan Rachmat Gobel dan Menteri Koperasi dan UMKM AAGN Puspayoga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya baru kali ini ke Pasar Kramat Jati," kata Amran usai blusukan, Sabtu dini hari (1/11/2014). Amran memang sebelumnya bekerja sebagai Direktur Tiran Group, perusahaan berbasis di Makassar.

Amran menjelaskan, tujuan blusukan tengah malam untuk mengecek kondisi pasar dan juga harga yang berkembang sekarang.

"Di sini bagus dan harga relatif stabil. Tapi kalau mau (masuk) ke supermarket packaging (kemasan) harus bagus. Perlu ada penyuluhan soal packaging. Kita mau lihat di lapangan, ternyata harganya stabil," tutur Amran.

Namun kenapa harus bertiga?

Amran menjelaskan, ketiga kementerian ini harus berkoordinasi penuh dan menghilangkan ego sektoral guna membangun sektor pertanian dalam negeri.

"Ini membutuhkan sinergi antar kementerian, makanya ini bertiga. Saya tadi memantau harga stabil, petani harus bergerak cepat. Bila ada packaging yang baik, ini bisa luar biasa, harga bisa lebih tinggi," kata Amran.

Di tempat yang sama, Mendag Rachmat Gobel mengatakan, kementeriannya berencana melakukan pembangunan 5.000 pasar, baik pasar baru maupun merevitalisasi pasar lama. Untuk Pasar Induk Kramat Jati, Gobel akan mempelajari terlebih dahulu.

"Saya akan mempelajari dan menata kembali 5.000 lapak di sini. Perdagangan akan membangun 5.000 pasar, baik baru atau revitalisasi. Untuk itu kita mengajak Mentan dan Menkop untuk melihat pasar. Pasar untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong hasil petani," papar Gobel.

Pada kesempatan itu, Amran mengatakan, rencana kenaikan harga BBM subsidi yang akan dilakukan pemerintah tidak akan mengerek harga pangan terlalu besar.

"Tidak terlalu berpengaruh (kenaikan harga BBM) ke harga pangan selama ada produksi. Hanya agak sedikit memicu. Untuk petani agar melakukan penanaman. Yang penting pangan tersedia dan produksi ada. Saya prediksi (harga) stabil. Lalu perlu ada edukasi ke petani, turun ke lapangan mengajar petani," tutur Amran.

Aksi blusukan ini dimulai pukul 00.15 WIB tengah malam, dan diakhiri pukul 01.30 WIB.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads