Program 3 Kartu 'Sakti' Jokowi Dapat Tanggapan Positif Investor

Program 3 Kartu 'Sakti' Jokowi Dapat Tanggapan Positif Investor

- detikFinance
Senin, 03 Nov 2014 12:21 WIB
Program 3 Kartu Sakti Jokowi Dapat Tanggapan Positif Investor
Jakarta - Kalangan investor menyambut positif program yang dicanangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal program Kartu Indonesia sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Program ini dirancang sebagai kompensasi dari rencana pemerintah menaikkan harga BBM subsidi sebagai pengganti BLT.

Investor menyadari bahwa tantangan utama pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah ledakan jumlah penduduk yang bisa menjadi bom waktu, bila tidak dikelola dengan baik. Jumlah penduduk yang tinggi itu harus diimbangi dengan pembenahan sumber daya manusia (SDM), dan taraf hidup yang sejahtera termasuk soal kesehatan.

‪"Sangat masuk akal prioritas Jokowi ke pendidikan dan kesehatan. Karena untuk meningkatkan SDM dan daya saing kita. Kita perlu orang terdidik dan terampil di wisata dan ekonomi kreatif," Seorang Investor dari Qufat Investment, Thomas Lembong di acara Panel Discussion 20-20 Investment Association, Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, Senin (3/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prioritas peningkatan mutu tenaga kerja Indonesia di masa depan, akan sangat penting bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Menurutnya di masa depan sektor komoditi tak bisa lagi diandalkan sebagai penompang perekonomian. "Harga sawit terus turun, batu bara terus tertekan. Jadi yang bisa kita Andalkan adalah produk bernilai tambah. Untuk menghasilkan produk bernilai tambah kita butuh orang-orang kreatif, orang-orang terdidik," katanya.

Sehingga memberi kepastian kepada kalangan investor bahwa prospek pembangunan Indonesia benar-benar dapat tercapai berkat pengelolaan sumberdaya manusia yang baik.

Ia pun terkesan dengan pertumbuhan industri kreatif di Indonesia yang terus berkembang pesat di tengah tekanan politik yang sempat kurang kondusif beberapa waktu belakangan ini.

"Yang industri kreatif memang cemerlang. Hanya tinggal diberikan peluang diploma sertifikasi supaya daya saing bisa meningkat," katanya.



(dna/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads