Gobel mengaku blusukan bukan hal baru baginya. Karena ketika menjadi pimpinan Panasonic, ia juga sering datang ke toko-toko elektronik.
"Dulu saya sering lihat-lihat toko-toko elektronik, saya kan mesti tahu dengar-dengar keluhan di toko seperti apa. Sama karyawan toko apa yang dijual," ujar Gobel di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (3/11/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi biasa. Nggak ada yang berat. Pasarnya saja yang beda. Dulu cuma elektronik sekarang cabai. Tapi itu menarik untuk saya. Ada sesuatu yang baru saya lihat. Dari ilmu yang saya miliki bisa diterapkan," terangnya.
Hasil blusukan kemarin, Rachmat mengetahui banyak hal dari pasar. Pertama yang dirasakan adalah terkait dengan suasana, produk serta mekanisme antara pedagang dan pembeli.
"Saya bisa mendapatkan suasana pasar. Bagaimana kondisi yang sebetulnya," kata Rachmat.
Kedua adalah sistem rantai logistik. Menurutnya ada kesalahan yang muncul dalam distribusi barang dari produsen ke pedagang. Seperti produk yang telat datang atau sudah tidak dalam kondisi segar.
"Misalnya karena pelabuhan tidak bagus, ada air pasar, barang telat sampai dan kemudian busuk. Itu salah satu sistem logistik yang harus dibenahi," tukasnya.
(mkl/dnl)










































