Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian (P2HP) Kementerian Pertanian Kementan Emilia Harahap mengatakan sejak 2013, sudah ada 13 unit packing house (khusus produk segar) di seluruh Indonesia. Targetnya tahun depan ada 14 lokasi tambahan untuk packing house dan 20 rumah sentra kemasan (khusus untuk produk olahan pertanian).
Rumah kemasan menyediakan alat kemasan, agar kemasan terlihat menarik. Di tempat ini juga ada layanan alat pengering, alat pengolah seperti singkong ke tepung dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak bayar, karena dananya dari APBN dan dinas setempat," kata Emilia di kantor Kementan, Senin (3/11/2014)
Rumah pengemasan adalah suatu bangunan tempat menangani kegiatan penanganan pasca panen hasil hortikultura sejak dipanen sampai pengemasan dan siap didistribusikan ke pasar tujuan. Pendaftaran Rumah Pengemasan bertujuan memberikan acuan bagi pemangku kepentingan di bidang pertanian untuk menjamin konsistensi mutu produk pertanian dari hulu hingga hilir dalam rangka meningkatkan daya saing.
Permohonan pendaftaran rumah pengemasan diajukan secara tertulis oleh pelaku usaha/eksportir pangan segar hasil pertanian kepada Ketua Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) Pusat dengan alamat :
Direktorat Mutu dan Standardisasi
Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian
Kementerian Pertanian
Jl. Harsono RM No. 3 Ragunan-Jakarta Selatan 12550
Gedung D Lantai 2 Telpon : +62-021-7815881, 78839746
"Ada dua pendekatan yang perlu diketahui pertama produk segar, agar tak cepat rusak dengan penanganan dengan baik. P2HP tugas pokoknya mengenai pengemasan, ada packing house, termasuk aktivitas seleksi. Di packing house dengan diintegrasikan dengan aktvitas seleksi dengan penanganan yang baik," katanya.
Ia mengatakan di packing house, pihaknya membina para usaha kecil/petani untuk memastikan tingkat kesehatan sebuah produk pertanian, sehingga meningkatkan daya saing.
"Kementan melalui P2HP menyiapkan sentra kemasan dengan kerja sama sentra setempat, saya inginkan setiap kabupatan ada rumah kemasan," katanya.
(hen/hds)











































