"Rp 8,2 triliun untuk 11 bendungan sampai tahun 2015 ini. Jadi yang 5 di 2014 dan 6 di 2015," kata Menteri PU-Pera Mochamad Basuki Hadimuljono di kantornya, Senin (3/11/2014).
Dana tersebut diperoleh dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014 dan 2015. "Meskipun anggarannya 2014, tapi kan proses dan lain-lain. Jadi pengerjaan fisik akan mulai di 2015," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mencatat, saat ini ada sejumlah saluran irigasi yang mengairi lebih dari 7 juta hektar lahan pertanian. Dari jumlah tersebut, hanya 20% saja yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
"Irigasi ini, kita punya lebih dari 7 juta hektar yang 50% di kabupaten, 30% di provinsi dan 20% di pusat. Kalau ditanya anggaran, anggaran APBN cuma bisa cover yang 20%. Karena yang di kabupaten dan provinsi, secara anggaran secara undang-undang keuangan kita tidak bisa," tuturnya.
Ia menargetkan revitalisasi ini diharapkan dapat selesai dalam 3 tahun meskipun target pemerintah dicanangkan penyelesaian dapat dilakukan dalam 5 tahun.
"Jadi kalau ada program rehabilitasi irigasi, kita akan rehabilitasi 3 juta hektar dalam 5 tahun, tapi kita ingin coba dalam 3 tahun," katanya.
(dna/hen)











































