"We do not get anything. Yang terdaftar bayar tapi ya jumlahnya konyol cuma Rp 90 juta," ungkap Susi dengan nada marah dan emosional di Gedung Mina Bahari, kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (3/11/2014).
Ungkapan kemarahan Susi ini didengar langsung oleh Kabareskrim Suhardi Alius dan Sekjen KKP Syarief Widjaja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan kalau kita ngomong ikan tongkol yang paling murah US$ 1. Dalam semalam dia bisa tangkap 10 ton. Dalam setahun dia menangkap 200 hari, itu sudah US$ 2,4 juta. Dan mereka kontribusi baliknya cuma Rp 90 juta," papar Susi.
Susi menekankan akan kembali melakukan review ulang atas semua izin kapal yang telah diterbitkan pemerintah.
"Kita harus hentikan ini, tidak bisa ini dilanjutkan," kata Susi sambil geleng-geleng kepala.
(wij/ang)











































