Soal JSS, Menteri Basuki: Nanti Pembangunan Hanya di Jawa dan Sumatera

Soal JSS, Menteri Basuki: Nanti Pembangunan Hanya di Jawa dan Sumatera

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2014 10:03 WIB
Soal JSS, Menteri Basuki: Nanti Pembangunan Hanya di Jawa dan Sumatera
Basuki Hadimuljono, Menteri PU Pera
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) M Basuki Hadimuljono menyebutkan bahwa proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) tidak sejalan dengan pemerataan pembangunan nasional. JSS akan semakin menegaskan bahwa pembangunan semakin terpusat di Indonesia Barat, khususnya Pulau Jawa dan Sumatera.

"Membangun infrastruktur itu sama dengan membangun negara. Jadi kalau JSS dibangun, maka harus dibangun juga jembatan dari Jawa sampai Papua. Kalau hanya JSS yang dibangun, pembangunan hanya akan terpusat di Jawa dan Sumatera," tegasnya usai membuka acara Sosialisasi dan Aplikasi SNI Pracetak dan Prategang di Kantor Kementerian PU Pera, Jakarta, Selasa (4/10/2014).

Ia menambahkan, secara teknis sebenarnya proyek ini sudah memenuhi persyaratan untuk dapat dikatakan layak dikerjakan. "Sekarang ini dari segi technically, PU Pera sudah siap dengan penelitian dan sebagainya," sambung dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai kementerian teknis, lanjut Basuki, pihaknya akan melaksanakan arahan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bapenas) yang menyatakan bahwa proyek ini tidak menjadi priorias di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Tapi masalah ini belum dibahas dalam sidang kabinet. Tapi kalau dilihat dari running text berita, sudah dibilang tidak akan lanjut. Kita akan ikuti keputusan itu untuk tidak melanjutkan. Kita ikuti saja arahan dari Bappenas," jelasnya.

Hari ini Basuki dijadwalkan membuka acara Sosialisasi dan Aplikasi SNI Pracetak dan Prategang di Kantor Kementerian PU Pera. Namun ia tak sempat menyampaikan pidato pembuka lantaran harus bergegas menuju Istana untuk rapat dengan presiden. Pembukaan pun berlangsung singkat, hanya ditandai dengan pemukulan Gong.

"Mohon maaf, saya tidak bisa berlama-lama karena harus segera ke Istana Negara," tandasnya.

(dna/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads