Ia adalah pendiri kelompok usaha Virgin Group yang menaungi Virgin Galactic, Richard Branson. Meski sampai saat ini pesawat angkasa komersil itu masih belum terbang dengan sempurna.
"Tidak mungkin saya akan meminta orang lain untuk terbang perdana bersama Virgin Galactic, apalagi saya merasa penerbangan ini sudah cukup aman," kata Branson kepada CNN, Selasa (4/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka ingin melihat (wisata luar angkasa) ini benar-benar terwujud, dan mereka sudah menunjukkan komitmennya," ujarnya.
Ia tetap ingin melanjutkan program nyentrik ini meski sudah merenggut nyawa salah satu pilotnya, Michael Alsbury, dalam kecelakaan pekan lalu.
"Risikonya sepadan. Mike pasti akan sependapat dengan saya," ujarnya.
Kematian Mike bukanlah yang pertama terjadi dalam program perintis ini. Pada 2007, tiga orang tewas dan beberapa luka-luka setelah mesin roket salah satu pesawat luar angkasa meledak saat uji coba di darat.
Banyak orang mengkritik bahwa Branson dan Virgin Galactic menyepelekan risiko untuk menjelajah luar angkasa, apalagi membawa warga sipil untuk bertamasya.
"Saya rasa ini yang menjadi masalah utama Virgin Galactic. Mereka menjanjikan sesuatu yang tidak bisa mereka berikan," kata Pengamat Penerbangan Miles O'Brien kepada CNN.
Namun demikian, Branson merasa ini adalah titik awal kebangkitan industri penerbangan, selayaknya tahun 1920-an saat banyak orang meragukan sarana transportasi udara.
"Kami ingin membuatnya makin baik dan terus membaik dalam tahun-tahun mendatang," ujar Branson.
Tak hanya berangkat sendirian, Branson juga akan membawa istri dan dua anaknya dalam penerbangan perdana itu. Beberapa kerabatnya juga akan bergabung.
(ang/dnl)











































