Ketika hal tersebut ditanyakan ke pejabat ESDM lainnya soal akun twitter palsu bosnya tersebut ini salah satu jawabannya yang paling menggelitik.
"Saya nggak punya akun twitter, Kenapa? Hehehe.. karena enggak boleh sama istri saya," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM R Sukhyar kepada yang diikuti gelak tawa wartawan yang menanyakannya, di Kantor Ditjen Ketenagalistrikan, Kuningan, Selasa (4/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah dapat informasi dari seketaris beliau bahwa Pak Sudirman tidak punya akun twitter, informasi ini disampaikan agar tidak ada pihak yang dirugikan," tutup Saleh.
Akun palsu tersebut bernama @SudirmanSaid_. Akun in pertama kali berkicau pada 11 Oktober 2013. Saat ini ada 711 pengikut (followers) akun palsu Said.
Dalam keterangan di profil akun tersebut disebutkan bahwa akun tersebut merupakan akun resmi milik Menteri ESDM Periode 2014-2019. Selain itu, disebutkan juga nomor telepon Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai saluran layanan pengaduan masyarakat.
"Account Official Menteri ESDM Periode 2014-2019 Di Kabinet Kerja(KK). Silahkan Hub:08122600960 Untuk Pengaduan Langsung Ke Presiden Jokowi," demikian tulis akun tersebut.
Kicauan akun tersebut rata-rata mengenai pelayanan pengaduan masyarakat. Yang menjadi perhatian, akun ini banyak berkicau terkait kebijakan pemerintah yang berencana untuk menaikkan harga BBM. Setidaknya ada sekitar 10 kicauan soal kenaikan harga BBM.
Akun ini kemudian banyak diperbincangkan di media sosial. Salah seorang netizen, Ipang Wahid akhirnya mengkonfirmasi langsung soal akun tersebut ke Menteri ESDM Sudirman Said. Lewat pesan singkat, Sudirman membantah memiliki akun Twitter.
"Bisanya cuma BB (BlackBerry) dan WA (WhatsApp) doang. Kagak ngarti main Twitter," demikian kutipan Sudirman Said dari percakapan Ipang Wahid.
(rrd/ang)











































