Jokowi Groundbreaking Lima Bendungan Baru Awal 2015

Jokowi Groundbreaking Lima Bendungan Baru Awal 2015

- detikFinance
Selasa, 04 Nov 2014 19:40 WIB
Jokowi Groundbreaking Lima Bendungan Baru Awal 2015
Ilustrasi Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempercepat sejumlah proyek pembangunan infrastruktur terutama yang berkenaan dengan peningkatan kualitas pertanian dan kelautan.

Salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan bendungan yang masuk dalam program Kementerian Perumahan Rakyat dan Pekerjaan Umum (Pera-PU)

Kemenpera-PU merencanakan pembangunan 11 bendungan pada tahun 2015. Dari 11 bendungan tersebut, 5 di antaranya akan mulai pencanangan atau groundbreaking pada awal 2015.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Itu program 2014 sudah proses tender. Target kita tender Desember selesai. Kalau itu selesai, bisa Januari-Februari groundbreaking," ujar dia di Ruangan Kerjanya, Selasa (4/11/2014).

Waktu pengerjaan bendungan sekitar 2 sampai 3 tahun dan akan menelan biaya Rp 5,6 triliun dan telah masuk dalam perencanaan anggaran tahun 2014. Sementara 6 proyek sisanya yang masuk tahun anggaran 2015 akan menelan biaya Rp 2,6 triliun.

"Total untuk yang 5 saja karena besar-besar nilainya Rp 5,6 triliun untuk 5 bendungan. Ada uang muka. Kalau yang 6 di 2015 karena kecil-kecil cuma Rp 2,6 triliun, jadi total Rp 8,2 triliun," pungkasnya.

Adapun lokasi pembangunan bendungan tersebut akan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. "Untuk yang 5, lokasinya di Kerto-Aceh, Karian-Banten, Logung-Kudus, Laknamo-NTT, Lolak-Sulawesi Utara. Nanti saya cek lokasi-lokasi ini. Harus dilihat," tutur dia.

Keberadaan bendungan memang sangat diperlukan oleh petani di seluruh Indonesia untuk menjamin keberlanjutan usaha pertanian dan kedaulatan pangan nasional.

Tanpa ada infrastruktur bendungan, para petani sangat rentan terhadap bencana kekeringan. Akibatnya, produksi petani akan terganggu dan harga komoditi pertanian juga akan meroket manakala terjadi bencana kekeringan.

Sejumlah produk pertanian mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan. Kenaikan tertinggi dialami komoditas Labu yang melonjak hingga 500%.

"Labu ini naik gila-gilaan. Dari normalnya Rp 20-25 ribu. Sekarang tembus Rp 100 ribu per kantung," ujar pedagang Pasar Blok A, Samsul kepada detikFinance, Selasa (4/11/2014).

Ia menuturkan, harga tersebut adalah harga yang berlaku di pasar Induk Kramat Jati. "Kalau di pasar yang kecil atau di tingkat pengecer lebih mahal lagi harganya," sambung dia.

Selain Labu, kenaikan harga signifikan juga dialami cabai rawit merah dari yang semula Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 40 ribu per kg. Begitu juga rawit hijau dari yang semula Rp 20 ribu per kg menjadi Rp 45 ribu per kg. Nasib yang sama dialami pula oleh cabai keriting yang naik dari semula Rp 27 ribu per kg menjadi Rp 44 ribu per kg.

Selain itu, komoditi lain yang tak luput dari kenaikan harga adalah timun dari yang semula Rp 3 ribu per kg menjadi Rp 7 ribu kg, buncis dari semula Rp 6 ribu per kg menjadi Rp 11 ribu per kg, kacan panjang dari semula Rp 6 ribu menjadi Rp 12 ribu per kg, sawi dari semula Rp 2 ribu menjadi Rp 6 ribu.

(dna/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads