"Kabinet ini disebut Kabinet Kerja. Kerja keras, kerja cepat, kerja cerdas. Ini yang menjadi motivasi kami untuk memberi yang lebih baik untuk masyarakat, tak ada alasan untuk tidak bekerja," ujar Menko Perekonomian Sofyan Djalil dalam pembukaan Infrastructure Week 2014 di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (5/11/2014).
Sofyan mengatakan, dalam 2 minggu kabinet ini terbentuk, sudah terlihat semangat dan keseriusan pemerintah untuk bekerja memberikan angin segar untuk negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Potensi yang sangat besar itu bisa dicapai bila kita melakukan langkah-langkah yang tepat. Seperti membangun infrastruktur-infrastruktur, yang pada dasarnya bertujuan meningkatkan kesetaraan hidup masyarakat dan mendongkrak minat investasi asing," papar Sofyan.
Pemerintah ujar Sofyan, juga serius untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi investor.
Selain itu, pemerintah juga berencana untuk memindahkan subsidi BBM yang nilainya sudah terlalu tinggi, agar bisa dialihkan ke infrastruktur atau kesehatan.
"Dari 5 tahun terakhir. Subsidi yang diberikan pada migas mencapai Rp 714 triliun. Kesehatan hanya sepertiganya. Dana untuk Infrastruktur juga lebih rendah. Dengan realokasi, maka banyak infrastruktur yang bisa dibangun pemerintah," kata Sofyan.
Mantan Menteri BUMN ini mengatakan, sebelum akhir tahun, akan banyak inisiatif yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi perizinan investasi di sektor infrastruktur.
"Semoga bisa berbuah hasil dan kita bisa bergerak lebih agresif lagi menangkap peluang yang ada," tutup Sofyan.
(dnl/hen)











































