Pengangguran di RI Kebanyakan Lulusan SMK dan Sarjana

- detikFinance
Rabu, 05 Nov 2014 15:22 WIB
Jakarta -

Jumlah tenaga kerja Indonesia per Agustus 2014 mencapai 182,99 juta orang. Sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 5,94% dari jumlah penduduk, atau 7,24 juta orang.

Kepala Badan Pusat Stastistik (BPS) Suryamin menyebutkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) paling besar adalah mereka lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Diploma, dan Universitas.

"Dalam setahun terakhir, TPT yang mengalami peningkatan yaitu SMK, Diploma, dan Universitas," ujar Suryamin di kantor Pusat BPS, Jakarta, Rabu (4/11/2014)

Untuk pengangguran lulusan SMK jumlahnya adalah 11,24% dari total jumlah pengangguran. Pengangguran lulusan SMK ini naik tipis dibandingkan posisi Agustus 2013 yang mencapai 11,21%.

Sementara penggangguran bertitel Diploma jumlahnya 6,14% dari total pengangguran, naik dari Agustus 2013 5,95%. Pengangguran Sarjana mencapai 5,65% dari total pengangguran, naik dari Agustus 2013 sebesar 5,39%.

"Ini dikarenakan ada yang baru tamat sekolah dan ada yang masih mencari kerja," jelasnya.

Suryamin heran karena banyak lulusan SMK yang berstatus pengangguran. Karena menurutnya, lulusan SMK harusnya punya kemampuan yang khusus yang dibutuhkan dunia kerja.

"Banyak yang kejuruan itu masih pengangguran. Harusnya bisa menjadi catatan pemerintah, bahwa ketika masuk SMK, ada nggak lapangan pekerjaan yang akan menampungnya," kata Suryamin.

Sementara itu pengangguran lulusan SD ke bawah hanya sebesar 3,04%. Terus menurun dibandingkan Agustus 2013 yang sebesar 3,44%. Pengangguran lulusan SMP 7,15 atau turun dari periode sebelumnya 7,59%.

Penyerapan tenaga kerja di Indonesia masih didominasi kelompok pendidikan rendah.

Suryamin menyebutkan, kategori pendidikan rendah adalah lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kemudian tidak lulus SD dan sama sekali tidak sekolah.

"Penyerapan tenaga kerja masih didominasi pekerja berpendidikan rendah, sebesar 74,3 juta orang atau 64,83%," ungkap Suryamin.

Dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, porsi penyerapannya sedikit menurun. Pada Agustus 2013 dilaporkan, pekerja berpendidikan rendah mencapai 65,95%.

"Melihat porsinya itu turun dari Agustus 2013," sebut Suryamin.

Sedangkan untuk pekerja dengan pendidikan tinggi, dari Diploma dan Universitas hanya 11,2 juta orang atau 9,79% dari total tenaga kerja.

"Agustus 2013 itu sebesar 9,35%, naik sedikit menjadi 9,79%," imbuhnya.

Sisanya adalah lulusan SMA dan SMK yang sebesar 29,1 juta orang atau 25,39% dari total tenaga kerja.  

(mkl/dnl)