Blake mengungkapkan inti dari pertemuan selama 1 jam itu adalah komitmen AS mendukung sepenuhnya gebrakan yang dilakukan Susi yaitu memberantas praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri. Hari ini kita sudah bekerja sama dengan Indonesia untuk memerangi illegal fisihing dan tentu saja konservasi maritim," kata Blake saat menjawab pertanyaan media di Gedung Mina Bahari I, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (6/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penegakan hukum bagi kepolisian laut dan mangrove (bakau) Indonesia juga sudah kami dukung untuk menjalankan akses maritim yang lebih baik. Untuk negara Indonesia yang 2/3 wilayahnya adalah air, akan strategis dan banyak yang bisa dilakukan Indonesia dan AS," paparnya.
Di tempat yang sama, Susi memaparkan pertemuannya dengan Blake pagi ini untuk menjelaskan beberapa kebijakan baru di sektor kelautan dan perikanan. Salah satu hal pokok yang dijelaskan Susi tadi adalah soal moratorium izin kapal baru serta penangkapan ikan secara berkelanjutan (sustainable).
"Program kita untuk moratorium dan penangkapan ikan yang lebih lestari dengan kaidah lingkungan dan mengubah pola fishing industry lebih sustainable. Kerja sama dengan negara diperlukan termasuk dengan Norwegia dan 6 negara lain yang dilakukan kemarin," jelasnya.
(wij/hds)











































