Berkebaya dan Temui Dubes AS, Ini Hasil Pembicaraan Menteri Susi

Berkebaya dan Temui Dubes AS, Ini Hasil Pembicaraan Menteri Susi

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2014 09:53 WIB
Berkebaya dan Temui Dubes AS, Ini Hasil Pembicaraan Menteri Susi
Jakarta - Sejak sekitar pukul 08.00 WIB pagi ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti bertemu dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia, Robert O Blake. Susi yang menggunakan kebaya putih lengkap dengan selendang batik membicarakan banyak hal selama 1 jam.

Blake mengungkapkan inti dari pertemuan selama 1 jam itu adalah komitmen AS mendukung sepenuhnya gebrakan yang dilakukan Susi yaitu memberantas praktik penangkapan ikan secara ilegal (illegal fishing).

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Menteri. Hari ini kita sudah bekerja sama dengan Indonesia untuk memerangi illegal fisihing dan tentu saja konservasi maritim," kata Blake saat menjawab pertanyaan media di Gedung Mina Bahari I, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain kerja sama memerangi illegal fishing dan konservasi maritim, Blake juga ungkapkan AS akan memberikan bantuan fasilitas infrastruktur kepada polisi laut. Cara ini dilakukan agar sektor pengawasan laut Indonesia dapat berjalan optimal.

"Penegakan hukum bagi kepolisian laut dan mangrove (bakau) Indonesia juga sudah kami dukung untuk menjalankan akses maritim yang lebih baik. Untuk negara Indonesia yang 2/3 wilayahnya adalah air, akan strategis dan banyak yang bisa dilakukan Indonesia dan AS," paparnya.

Di tempat yang sama, Susi memaparkan pertemuannya dengan Blake pagi ini untuk menjelaskan beberapa kebijakan baru di sektor kelautan dan perikanan. Salah satu hal pokok yang dijelaskan Susi tadi adalah soal moratorium izin kapal baru serta penangkapan ikan secara berkelanjutan (sustainable).

"Program kita untuk moratorium dan penangkapan ikan yang lebih lestari dengan kaidah lingkungan dan mengubah pola fishing industry lebih sustainable. Kerja sama dengan negara diperlukan termasuk dengan Norwegia dan 6 negara lain yang dilakukan kemarin," jelasnya.

(wij/hds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads