Mendag Rachmat Gobel Akui Ada Rembesan Gula Rafinasi ke Pasar Umum

Mendag Rachmat Gobel Akui Ada Rembesan Gula Rafinasi ke Pasar Umum

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2014 10:21 WIB
Mendag Rachmat Gobel Akui Ada Rembesan Gula Rafinasi ke Pasar Umum
Jakarta - Gula rafinasi (industri) berlimpah dan merembes ke pasar memakan pasar gula kristal putih (GKP/gula petani) atau gula konsumsi dari pabrik gula lokal. Dampaknya produksi kristal gula putih nasional terganggu sehingga harga jatuh dan produk menumpuk di gudang.

Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menanggapi soal fenomena tersebut. Sebagai pejabat baru di sektor perdagangan, Rachmat mengakui soal fakta adanya rembesan gula ini. Namun kini masih dikoordinasikan oleh kementerian teknis lainnya.

"Ada perembesan gula, masih saya lihat dengan koordinasi dengan perindustrian dan pertanian," kata Rachmat di sela-sela kunjungan lapangan di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persoalan rembesan gula rafinasi ini sudah menyedot perhatian Rachmat Gobel. Misalnya kemarin siang, Rachmat dan Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin menggelar rapat tertutup dengan pengusaha dari Asosiasi‎ Gula Rafinasi. Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta.

Maraknya gula impor rafinasi yang menyerbu pasar Indonesia, membuat harga gula petani lokal kian anjlok. Hal ini dialami oleh para petani tebu di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).

Misalnya beberapa waktu lalu ada 85.000 ton gula pasir hasil produksi Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto sulit terjual. Harga jual gula petani tebu PG Gempolkrep anjlok menyentuh angka Rp 8.150 per Kg, sudah termasuk rendah.

Harga lelang gula lokal di tingkat petani jatuh pada titik terendah mencapai Rp 7.800/Kg atau 8% di bawah harga patokan petani (HPP). Para pabrikan gula BUMN yang mencapai 52 pabrik, diperkirakan rugi Rp 1 triliun.

Salah satu faktor pemicunya adalah serbuan gula rafinasi impor ke pasar tradisional. Seharusnya gula rafinasi hanya masuk ke pasar industri seperti industri makanan dan minuman.

(hen/hds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads