Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel menanggapi soal fenomena tersebut. Sebagai pejabat baru di sektor perdagangan, Rachmat mengakui soal fakta adanya rembesan gula ini. Namun kini masih dikoordinasikan oleh kementerian teknis lainnya.
"Ada perembesan gula, masih saya lihat dengan koordinasi dengan perindustrian dan pertanian," kata Rachmat di sela-sela kunjungan lapangan di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta, Kamis (6/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maraknya gula impor rafinasi yang menyerbu pasar Indonesia, membuat harga gula petani lokal kian anjlok. Hal ini dialami oleh para petani tebu di Mojokerto, Jawa Timur (Jatim).
Misalnya beberapa waktu lalu ada 85.000 ton gula pasir hasil produksi Pabrik Gula Gempolkrep, Mojokerto sulit terjual. Harga jual gula petani tebu PG Gempolkrep anjlok menyentuh angka Rp 8.150 per Kg, sudah termasuk rendah.
Harga lelang gula lokal di tingkat petani jatuh pada titik terendah mencapai Rp 7.800/Kg atau 8% di bawah harga patokan petani (HPP). Para pabrikan gula BUMN yang mencapai 52 pabrik, diperkirakan rugi Rp 1 triliun.
Salah satu faktor pemicunya adalah serbuan gula rafinasi impor ke pasar tradisional. Seharusnya gula rafinasi hanya masuk ke pasar industri seperti industri makanan dan minuman.
(hen/hds)











































