Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang disampaikan oleh Susi kepada para anggota DPD. Pertemuan tersebut sangat dinamis, bahkan ada beberapa anggota DPD yang 'curhat' kepada Susi.
Berikut beberapa petikan soal aksi Susi di gedung DPD kamarin, yang dirangkum detikFinance, Kamis (6/11/2014)
Bikin Heboh Saat Datang ke DPD
|
|
Saat menuju ruangan tersebut, Menteri Susi sama sekali tak menggubris pertanyaan para media. Dia setengah berlari meski memakai sepatu ber-hak.
Memakai kebaya putih berbalut selendang batik, Menteri Susi terlihat anggun dan menarik perhatian lensa kamera. 'Jepret!' Namun Bu Susi langsung menutupi wajahnya dengan selendang.
Susi lalu berlari menuju ruang rapat. Menteri Susi tak terlihat kelelahan sama sekali. Begitu tiba di ruang rapat dan duduk, dia tetap menjadi incaran lensa kamera wartawan.
Sekali lagi Menteri Susi menutupi wajahnya, kali ini menggunakan map berwarna hijau. Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba selaku pimpinan rapat terlihat tersenyum melihat Susi.
"Wajar saja Ibu Susi jadi incaran wartawan, karena media Singapura saja menjadikan Ibu sebagai headline berita," ujar Parlindungan sambil menunjukkan sebuah koran.
Dapat Pujian Senator
|
|
Ia menceritakan soal Indonesia yang punya laut begitu luas tapi hanya ada 70 kapal patroli, dan yang berfungsi hanya 10 kapal. Susi juga menceritakan soal kekagetannya karena Indonesia masih mengizinkan negara lain mengambil ikan dari perairan negeri ini. Padahal Indonesia kesulitan untuk mencari ikan di perairan asing.
Rangkaian tepuk tangan menyambut kata-kata itu. Tak sedikit pula yang menggeleng-geleng heran melihat ketegasan perempuan yang tak tamat SMA itu.
Saat sesi tanya jawab, seorang anggota DPD pun menyatakan kekagumannya. Menurut dia seharusnya para birokrat memiliki mental seperti Susi.
"Ternyata Ibu Susi lebih cantik aslinya ketimbang di televisi," kata anggota DPD asal Gorontalo Asmawatie.
Wakil Ketua Komite II Mawardi pun ikut memuji Susi. "Kalau lihat gaya bicara Ibu itu mirip Gus Dur. Saya Gusdurian, jadi respect dengan gaya Ibu," ungkap Mawardi memuji.
Dicurhati Anggota Senator
|
|
Anggota Komite II DPD asal Aceh, Rafli Kande berkeluh kesah, soal banyak nelayan dari negara tetangga yang tertangkap melakukan penangkapan ikan secara ilegal.
"Kita dekat dengan Thailand, yang selalu tertangkap nelayan asal Thailand. Kita minta adanya penjagaan atau pos dengan peralatan yang lengkap, dan juga butuh lemari pendingin yang besar," jelas Rafli.
Ia pun menceritakan permasalahan serupa di perairan Maluku. "Tadi di dalam, teman saya dari Maluku juga sempat sampaikan. Katanya di Maluku bagian tenggara banyak seperti pasar malam, banyak kapal yang mencuri di sana. Tapi nelayannya nggak bisa apa-apa karena kalau mendekat kapalnya ditenggelamkan," ungkapnya.
Ada Pulau Susi di Aceh
|
|
"Saya Rafli Kande, senator asal Aceh. Di tempat saya, Bu Susi ini terkenal dengan nama 'Kak Susi' karena dia punya pulau namanya Pulau Susi," ujar anggota Komite II DPD Rafli Kande dalam rapat bersama Susi.
Pulau Susi terletak di Simeulue, Nangroe Aceh Darussalam. Pulau itu merupakan buah kasih dari pemerintah setempat atas jasa Susi ketika menolong korban tsunami.
"Sampai sekarang saya tak merasa memiliki pulau tersebut. Memang waktu itu saya pernah membangun masjid di sana, kemudian saya diberikan pulau. Tapi saya tak pernah tinggal di pulau itu," ungkap Susi menjawab.
Halaman 2 dari 5











































