Hal ini disampaikan Kepala Pusat Analisa Kerjasama Antar Lembaga, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Anang Noegroho.
"Disampaikan bahwa Ibu (Susi Pudjiastuti) adalah menteri pertama di dalam kabinet kerja yang ditemui oleh Duta Besar Kanada," kata Anang saat berbicara kepada media mewakili Donald Bobiash, di Gedung Mina Bahari I, kantor pusat KKP, Jakarta, Kamis (6/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, Donald berkomitmen meningkatkan nilai perdagangan, terutama sektor perikanan dan kelautan di Indonesia. Saat ini, ekspor produk perikanan dan kelautan yaitu seafood, dan rumput laut Indonesia ke Kanada baru mencapai US$ 38 juta.
"Kerjasamanya selama ini dan dia fokus di Sulawesi lalu dia fokus kepada komoditas rumput laut," katanya.
Selain itu, Kanada berkomitmen memberikan infrastruktur berteknologi canggih yaitu alat ukur stok ikan berbasis radar. Kemudian untuk meningkatkan perdagangan, Kanada menawarkan Indonesia untuk memperbaharui Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara Indonesia dan Kanada.
"Kita mau buat MRA semacam koridor perdagangan bilateral, di mana saling inspeksi unit-unit pengolahan di Indonesia atau di Kanada. Kalau ada MRA itu akan ada evaluasi eksportir ke Kanada, lalu importir dari Kanada ke Indonesia juga dicek," jelasnya.
(wij/dnl)










































