Menteri Susi Terima Dubes Kanada dan AS, Hingga Tertawa Lepas

Kinerja Menteri

Menteri Susi Terima Dubes Kanada dan AS, Hingga Tertawa Lepas

- detikFinance
Kamis, 06 Nov 2014 19:30 WIB
Menteri Susi Terima Dubes Kanada dan AS, Hingga Tertawa Lepas
Jakarta - Hari ini kegiatan Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Susi Pudjiastuti berpusat di ruang kerjanya Gedung Mina Bahari I lantai 7, kantor pusat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta Pusat. Meski hanya di kantor, hari ini Susi punya kabar baik sehingga membuat dirinya tertawa lepas.

Susi datang ke ruang kerjanya pada pukul 06.30 WIB. Saat itu Susi terlihat menggunakan baju kebaya putih dan selendang batik keluar dari mobil Toyota Royal Saloon berplat RI-39.

Kemudian Susi bergegas ke ruang kerjanya di lantai 7. Pada pukul 08.00 WIB Susi bertemu dengan Duta Besar dari Amerika Serikat Robert O Blake. Keduanya membicarakan banyak hal selama 1 jam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pukul 09.00 WIB, Robert mengungkapkan inti dari pertemuan selama 1 jam itu adalah komitmen AS mendukung sepenuhnya gebrakan yang dilakukan Susi yaitu memberantas praktik illegal fishing. Susi adalah menteri pertama di dalam kabinet Joko Widodo (Jokowi) yang didatangi Robert.

Selain kerjasama memerangi illegal fishing dan konservasi maritim, Robert juga ungkapkan AS akan memberikan bantuan fasilitas infrastruktur kepada polisi laut Indonesia. Cara ini dilakukan agar sektor pengawasan laut Indonesia dapat berjalan optimal.

Dalam pertemuan tersebut, Robert juga memuji Susi sebagai sosok menteri perempuan yang tangguh.

Usai pertemuan itu, Susi kembali bekerja di ruang kerjanya. Pada pukul 14.30 WIB Susi kembali menerima Duta Besar Kanada untuk Indonesia Donald Bobiash. Pertemuan antara Donald dan Susi hanya berlangsung selama 20 menit untuk membicarakan komitmen Kanada menjadi mitra bisnis utama Indonesia.

Sama dengan Dubes AS, Donald Bobiash memilih Susi sebagai menteri pertama yang ia kunjungi dalam Kabinet Kerja Presiden Jokowi.

Kedatangan Donald bukan memenuhi undangan dari Susi tetapi atas inisiatif ia sendiri. Di dalam pertemuan tersebut, Donald berkomitmen untuk terus meningkatkan nilai perdagangan terutama sektor perikanan dan kelautan di Indonesia. Saat ini ekspor produk perikanan dan kelautan yaitu sea food dan rumput laut Indonesia ke Kanada baru mencapai US$ 38 juta per tahun.

Selain itu Kanada berkomitmen memberikan infrastruktur berteknologi canggih yaitu alat ukur stok ikan berbasis radar. Kemudian untuk meningkatkan perdagangan, Kanada menawarkan Indonesia untuk memperbaharui Mutual Recognition Arrangement (MRA) antara Indonesia dan Kanada.

Selain acara formal dengan dubes, Susi Pudjiastuti menyampaikan jerih payahnya selama hampir dua pekan. Perubahan Peraturan Menteri (Permen) moratorium izin tangkap kapal baru, dan pembebasan pajak bagi kapal nelayan berukuran di bawah 10 Gross Ton (GT), telah ditandatangani Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menhuk HAM).

"Saya belum tahu banyak yang detil-detil, tapi hari ini saya dapat berita baik," ungkap Susi sambil beberapa kali tertawa lepas.

Pada pukul 17.15 WIB Susi meninggalkan ruang kerjanya dan bergegas meninggalkan kantor KKP.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads