Harga BBM Subsidi Dinaikkan, Ini Rencana Jokowi

Harga BBM Subsidi Dinaikkan, Ini Rencana Jokowi

- detikFinance
Jumat, 07 Nov 2014 11:24 WIB
Harga BBM Subsidi Dinaikkan, Ini Rencana Jokowi
Jakarta - Pemerintah pimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi. Anggaran subsidi yang jumlahnya hampir Rp 300 triliun akan dikurangi dan dialihkan oleh Jokowi. Ke mana?

Jokowi mengatakan, subsidi BBM yang nilainya hampir Rp 300 triliun sangat besar. "Ini bukan besar lagi, tapi sangat besar. Ini yang ingin kita alihkan, dari konsumtif ke produktif," ujar Jokowi pada acara Kompas 100 CEO Forum di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (7/11/2014).

Kemudian usai harga BBM subsidi dinaikkan, pemerintah akan mengalihkan subsidi ke sektor pertanian. Pemerintah akan membangun sawah, memberikan benih dan pupuk untuk petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Irigasi dan infrastruktur waduk juga dibangun untuk petani. Dalam rencana kita 5 tahun ke depan, kita akan bangun 25-30 waduk dan dump. Januari-Februari ada 5. Lalu bulan Juni-Juli ada 6. Jadi 11. Tahun depan," kata Jokowi.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, tujuan membangun waduk dan irigasi ini adalah untuk bisa mencapai swasembada pangan.

"Kalau irigasi kita rusak dan diperbaiki, itu akan meningkatkan produksi 30%, sudah ada hitungannya. Kalau waduk dibangun, maka naik lagi," jelasnya.

Jokowi mengatakan, pemerintah pusat saat ini hanya mengerjakan waduk, sementara irigasinya dikerjakan pemerintah daerah. "Ini nggak nyambung, nanti irigasi ada tapi waduknya belum siap. Atau waduknya selesai tapi irigasinya tidak. Ini masalah di lapangan," papar Jokowi.

Kemudian lanjut Jokowi, penghematan subsidi juga akan diberikan untuk nelayan. Seperti membeli mesin kapal dan alat pendingin. UKM di desa-desa juga akan diberikan bantuan pemerintah dari hasil penghematan subsidi BBM tadi.

"Juga harus diberikan baik yang namanya (kartu) Indonesia sehat, pintar, dan keluarga sejahtera. Dan sistemnya harus sistem perbankan, kenapa seperti itu? Karena accountable, tepat menyasar. Tapi perlu waktu karena perlu data. Kalau itu sudah kita pegang, mau ngasih ke rakyat, tak perlu muter-muter," ungkap Jokowi.

Lalu, Jokowi juga akan membangun berbagai jenis infrastruktur. Mulai dari pelabuhan, pembangkit listrik, jaringan rel, serta transportasi-transportasi lainnya.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads