Jokowi mengatakan, subsidi BBM yang nilainya hampir Rp 300 triliun sangat besar. "Ini bukan besar lagi, tapi sangat besar. Ini yang ingin kita alihkan, dari konsumtif ke produktif," ujar Jokowi pada acara Kompas 100 CEO Forum di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (7/11/2014).
Kemudian usai harga BBM subsidi dinaikkan, pemerintah akan mengalihkan subsidi ke sektor pertanian. Pemerintah akan membangun sawah, memberikan benih dan pupuk untuk petani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, tujuan membangun waduk dan irigasi ini adalah untuk bisa mencapai swasembada pangan.
"Kalau irigasi kita rusak dan diperbaiki, itu akan meningkatkan produksi 30%, sudah ada hitungannya. Kalau waduk dibangun, maka naik lagi," jelasnya.
Jokowi mengatakan, pemerintah pusat saat ini hanya mengerjakan waduk, sementara irigasinya dikerjakan pemerintah daerah. "Ini nggak nyambung, nanti irigasi ada tapi waduknya belum siap. Atau waduknya selesai tapi irigasinya tidak. Ini masalah di lapangan," papar Jokowi.
Kemudian lanjut Jokowi, penghematan subsidi juga akan diberikan untuk nelayan. Seperti membeli mesin kapal dan alat pendingin. UKM di desa-desa juga akan diberikan bantuan pemerintah dari hasil penghematan subsidi BBM tadi.
"Juga harus diberikan baik yang namanya (kartu) Indonesia sehat, pintar, dan keluarga sejahtera. Dan sistemnya harus sistem perbankan, kenapa seperti itu? Karena accountable, tepat menyasar. Tapi perlu waktu karena perlu data. Kalau itu sudah kita pegang, mau ngasih ke rakyat, tak perlu muter-muter," ungkap Jokowi.
Lalu, Jokowi juga akan membangun berbagai jenis infrastruktur. Mulai dari pelabuhan, pembangkit listrik, jaringan rel, serta transportasi-transportasi lainnya.
(dnl/ang)











































