Misalnya di Pasar Peunayong, Banda Aceh, harga cabai merah naik dari Rp 40.000/Kg menjadi Rp 60.000/Kg. Cabai merah mengalami kenaikan harga cukup tinggi karena dipasok dari Meulaboh Aceh Barat dan Lamno, Aceh Jaya yang merupakan wilayah terparah direndam banjir.
"Pasokan sudah mulai berkurang makanya mahal," kata seorang pedagang cabai grosir di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Ilyas (45) saat ditemui detikFinance, Jumat (7/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harga barang lain di Banda Aceh, kata Ilyas, tidak mengalami kenaikan. Bawang merah Aceh masih harga normal yaitu Rp 20.000/kg, bawang putih Rp 15.000/Kg, cabai rawit Rp 30.000/kg, dan cabai hijau Rp 20.000/Kg.
"Sekarang warga rata-rata membeli seperempat kg. Biasanya mereka beli 1 kg," jelasnya.
Sementara seorang pedagang eceran di Krueng Raya, Aceh Besar, Suardi (60), mengatakan, permintaan warga yang membeli cabai di desanya mulai berkurang. Ia harus menjual cabai Rp 7.000 per ons dari biasanya hanya Rp 4.000 per ons.
"Warga banyak mengeluh tingginya harga," kata Suardi.
Menurutnya, jika biasanya ia mampu menghabiskan 12 Kg cabai merah perhari, kini permintaan menurun drastis. "Kadang sekarang 6 Kg saja nggak habis," ungkapnya.
Seorang pembeli di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Siti Fatimah, mengatakan, pasca harga cabai merah naik dirinya kini memilih membeli 1/4 kg dari biasanya ia membeli 1 kg.
"Sudah mahal kali harga cabai. Terpaksa sekarang harus beli 1/4 kg," ungkapnya.
(hen/hen)











































