Menteri Basuki: Belum Saatnya Bangun Jembatan Selat Sunda

Menteri Basuki: Belum Saatnya Bangun Jembatan Selat Sunda

- detikFinance
Jumat, 07 Nov 2014 16:39 WIB
Menteri Basuki: Belum Saatnya Bangun Jembatan Selat Sunda
Jakarta - Proyek Jembatan Selat Sunda yang biayanya lebih dari seratus triliun rupiah, saat ini belum diperlukan. Bila dibangun, proyek ini akan menambah ketimpangan antara Indonesia bagian Barat dan Timur.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimuljono mengatakan, saat ini visi pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla‎ adalah membangun Indonesia secara merata, dan memperkecil ketimpangan antar wilayah.

"Sekarang ini dilihat sangat timpang antara Sumatera-Jawa dengan wilayah Timur Indonesia. Ini kalau dibangun di Selat Sunda, makin meningkat ketimpangan di Timur," tutur Basuki ditemui di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (7/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Basuki menilai, saat ini pembangunan di Indonesia harus merata. Meski demikian dia menegaskan, proyek jembatan seratus triliun rupiah lebih ini bukan berarti dibatalkan, melainkan hanya ditunda menunggu saat yang tepat.

"Tidak dibatalkan, tapi ditunda. Belum saatnya sekarang," tambahnya.

Selain itu Basuki menjelaskan, daerah Selat Sunda adalah kawasan yang memiliki lalu lintas‎ pelayaran paling padat di Indonesia‎, yang selaras dengan identitas Indonesia sebagai negara maritim.

Solusi dari ditundanya proyek Jembatan Selat Sunda adalah, dengan dibangun dermaga-dermaga baru dan menambah kapal-kapal juga meremajakan kapal yang sudah tua.

"Sehingga kita bisa menunjukkan kepada masyarakat kita, dunia, kita negara maritim sehingga dapat mengelola penyeberangan lebih baik," tutupnya.

(zul/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads