Jonan mengatakan perlu adanya pesawat cadangan untuk mengatasi keterlambatan penerbangan. Namun konsekuesi adanya pesawat cadangan akan berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat.
"Airlines kan bolak balik, jadi kalau sekali ada yang terlambat pasti ke belakangnya ikut telat. Jadi perlu ada cadangan pesawat," kata Jonan usai melakukan kampanye keselamatan penerbangan di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Stakeholder AP II harus ada komitmen bersama Kemenhub untuk koordinasi jadi nggak banyak telat," katanya.
Jonan menambahkan, hal paling terpenting adalah soal keselamatan penerbangan di samping meningkatkan mutu pelayanan.
"Filosofinya dulu utamakan keselamatan, setelah itu pelayanan, Soekarno-Hatta frekuensi mesti ditambah," ujarnya.
Saat ini sudah ada upaya peningkatan Improved Runway Capacity (IRC) dari hanya 64 pesawat menjadi 72 pesawat per jam yang naik dan turun di landasan Bandara Soekarno-Hatta.
(drk/hen)










































