Pemerintah Janji Dana untuk Aceh Tak Dikorupsi
Senin, 17 Jan 2005 14:02 WIB
Jakarta -
Pemerintah memahami sepenuhnya kekhawatiran sejumlah negara asing atas perilaku korupsi di Indonesia. Oleh sebab itu pemerintah menjanjikan dana bantuan untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh tidak akan dikorupsi. Program rehabilitasi dan rekonstruksi Aceh tidak akan menyimpang dari rencana awal.Komitmen pemerintah itu disampaikan oleh Menko Perekonomian Aburizal Bakrie dalam jumpa pers saat acara Indonesian Infrastructure Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (17/1/2005)."Pembangunan di Aceh akan kita lakukan dengan koordinasi dengan baik. Pemerintah tidak akan menyimpang dari rencana yang ada dan pembangunan di Aceh akan terus berjalan," kata Aburizal Bakrie.Aburizal mengatakan pemerintah bisa memahami kekhawatiran negara lain terhadap praktek korupsi yang terjadi di Indonesia. "Sejak terpilihnya SBY menjadi presiden, pemerintah berkomitmen untuk perang melawan korupsi. Makanya pembangunan di Aceh nanti akan dilakukan secara transparan dan terbuka sehingga akan memperkecil peluang korupsi," kata Aburizal.Ditambahkannya pembangunan yang akan dilakukan di Aceh pasca tsunami sepenuhnya akan dikoordinasikan oleh pemerintah. "Untuk dana-dana dari luar yang masuk ke rekening pemerintah akan dimasukan dalam anggaran," tegasnya.Sementara untuk dana dari swasta asing yang pemerintahnya mengeluarkan kebijakan melarang dana tersebut masuk ke pemerintah maka dana tersebut akan dimasukan dalam trust fund. Dana tersebut masuk dalam off budget.Pemerintah, lanjutnya, mempersilahkan swasta asing untuk ikut terlibat dalam proses pembangunan di Aveh pasca bencana tsunami. Namun keikutsertaan pihak swasta asing tersebut harus tetap dalam kerangka yang telah didesain oleh pemerintah.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































