Bappenas Belum Selesai Hitung Kerusakan Infrastruktur di Aceh
Senin, 17 Jan 2005 15:01 WIB
Jakarta -
Bappenas hingga saat ini belum selesai menghitung nilai kerusakan infrastruktur di Aceh. Sejauh ini perhatian pemerintah adalah pembangunan rumah atau shelter bagi setengah juta rakyat aceh.Hal tersebut disampaikan oleh Menneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers disela-sela acara Infrastructure Summit di Hotel Shangri-La, Senin (17/1/2005)."Kita sedang mengestimasi berapa kerugian di Aceh. Berapa yang akan dikeluarkan pemerintah, konsep mengenai berapa yang akan dikeluarkan pemerintah sedang di-godog. Yang menjadi konsentrasi atau perhatian hari ini adalah pembangunan rumah buat setengah juta rakyat Aceh," kata Sri Mulyani.Menurut Sri Mulyani, anggaran untuk pembangunan rumah ini bisa mencapai Rp 3 triliun jika rumah yang dibangun adalah rumah permanen. "Tapi kita sedang mengestimasi mengenai shelter. Kalau permanen bisa Rp 3 triliun. Kita akan pilih dimana shelter dibangun, bagaimana spesifikasi yang dibutuhkan kemudian mungkin ada private sector yang akan membangun," tegasnya.Menyangkut kerugian di Aceh tersebut direncanakan Senin malam nanti Menneg PPN/Kepala Bappenas akan membahas hal tersebut dengan DPR. "Selain membahas masalah RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) kita akan membahas juga mengenai kerugian Aceh. Jumlahnya nanti, karena menteri terkait masih terus memberikan up date data," katanya.Untuk biaya rekonstruksi dan rehabilitasi ini akan didistribusikan sampai lima tahun ke depan. Menurut Sri Mulyani biaya puncaknya mungkin akan ada pada tahun 2005, 2006 atau 2007.Pledge CGI US$ 2,8 MiliarDalam kesempatan yang sama Sri Mulyani mengungkapkan dalam forum CGI yang digelar tanggal 19-20 Januari 2005 nanti akan dipresentasikan data-data mengenai inisial demage assesment. "Negara donor akan bertanya-tanya dan mereka akan menunggu sampai disain lengkap tenaga rehabilitasi dan rekonstruksi selesai," ujarnya.Ditegaskan oleh Sri Mulyani untuk pledging-nya sendiri tetap akan disesuaikan dengan kebutuhan anggaran jumlahnya sekitar US$ 2,8 miliar ditambah US$ 500 juta yang akan disalurkan melalui non-budgetery off budget yang biasanya diberikan negara donor langsung ke NGO/LSM.Menurut Sri Mulyani, pledge-pledge tersebut harus ditindaklanjuti hingga dana yang disepakati bisa direalisasikan.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































