PT Kereta Api Indonesia (KAI) siap mengambilalih proyek pembangunan rel kereta api (KA) di Pelabuhan Tanjung Priok. Selama ini, penanggung jawab proyek ini adalah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) namun tak sukses menyelesaikan proyek yang sudah mangkrak 30 tahun karena persoalan lahan ini.
"Segera lah, pokoknya kita bangun," kata Direktur Keuangan PT KAI Kurniadi Atmosasmito di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (10/1/2014).
Kurniadi menegaskan saat ini PT KAI hanya tinggal menunggu perintah dari Menteri Perhubungan, apalagi sudah ada pertemuan antara PT KAI dan Kemenhub. Secara pembiayaan tak ada masalah, karena PT KAI sudah punya program jangka panjang terkait investasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya proyek kereta pelabuhan Tanjung Priok sangat penting untuk menekan biaya logistrik. Saat ini biaya logistik di Indonesia mencapai 20-35% dari PDB atau sangat mahal dibandingkan dengan negara-negara tetangga.
"Kereta harus masuk ke pelabuhan," katanya.
Sebelumnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan tak keberatan bila PT KAI yang menuntaskan proyek ini.
"Tahun 2014 sebentar lagi atau sekitar 55 hari lagi. Kalau kita (Kemenhub) tidak bisa selesaikan maka PT KAI akan selesaikan," kata Jonan pekan lalu.
Jonan akan menugaskan kepada PT KAI (Persero) bila persoalan pembebasan lahan tak kunjung selesai."Perhubungan oke, KAI akan turun tangan," jelasnya.
Awalnya proyek ini dikerjakan oleh Kementerian Perhubungan, dengan dukungan BUMN PT Pelindo II dan PT PLN terutama soal penyedian lahan. Targetnya proses pembebasan lahan hingga konstruksi akan tuntas pada 2015.
Jaringan rel kereta api logistik/kontainer yang menghubungkan antara Pelabuhan Tanjung Priok dengan Pelabuhan Peti Kemas hingga Tempat Penampungan Khusus (TPK) Koja, Jakarta Utara telah ada. Rel ini telah lama mati dan tidak digunakan untuk pengangkutan kereta api logistik di jalan Pasoso menuju Jalan Deli atau TPK Koja.
Proyek ini telah dianggarkan sejak 4 tahun silam dan pembangunannya baru mencapai Jalan Pasoso atau sebelum masuk ke pelabuhan. Proyek ini tersisa hingga 300-500 meter lagi agar bisa masuk ke jantung pelabuhan Tanjung Priok.
(hen/hds)











































