Seorang nelayan dari perkampungan nelayan Tanjung Pasir, Tangerang bernama Tolib mengatakan, limbah di Teluk Jakarta selama ini didiamkan oleh pemerintah dan tidak ada tindakan.
"Lautan kita lihat tuh sudah banyak limbah. Banyak limbah plastik. Kita dibuangin limbah plastik didiemin. Mana Menteri KKP? Malah di Indonesia nggak ada teguran Sama sekali. Limbah dari Teluk Jakarta," ujar Tolib saat ditemui, Selasa (11/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada limbah plastik dan sebagainya. Coba taruh airnya ke laboratorium, apa saja itu racunnya," jelas pria berusia 35 tahun ini.
Sementara di tempat yang sama, nelayan bernama Ahmad mencurahkan penolakannya soal rencana kenaikan harga BBM. "Berat kalau harga BBM naik. Kita inginnya tidak naik. Sekarang penghasilan tidak tentu, belum lagi sekarang sulit karena cuaca. Air lagi bening, kurang ikan," tutur Ahmad.
Sementara Alimin, 51 tahun mengatakan, dirinya berharap mendapatkan bantuan lemari pendingin (cold storage) dari pemerintah. "Semoga saja dapat, tapi jangan asal janji ya," ujarnya.
Namun dia mengakui, Menteri Susi merupakan sosok yang bagus.
"Tapi BBM jangan naik terus, semoga hidup nelayan lebih lancar lebih maju tidak tambah susah," kata Alimin.
(dnl/hen)











































