Pengusaha Tiongkok-RI Teken 12 MoU, dari Kereta Cepat Hingga Pembangkit Listrik

Pengusaha Tiongkok-RI Teken 12 MoU, dari Kereta Cepat Hingga Pembangkit Listrik

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2014 15:46 WIB
Pengusaha Tiongkok-RI Teken 12 MoU, dari Kereta Cepat Hingga Pembangkit Listrik
Jakarta - Perusahaan-perusahaan Indonesia dan Tiongkok menandatangani 12 nota kesepahaman pada rangkaian kegiatan APEC di Beijing, Tiongkok. Kerja sama dilakukan di berbagai bidang.

Ketua Penyelenggara Indonesia China Trade Investment and Economic Forum Didi Suwondo mengatakan, MoU tersebut didominasi investasi di bidang mineral dan tambang, selain infrastruktur dan pertanian.

"Ini memberikan satu kesempatan yang fair buat para calon investor untuk mengerjakan proyek infrastruktur di Indonesia. Ini side event dari APEC," kata Didi dalam konferensi pers di Menara Kadin, Jakarta, Rabu (12/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Didi mengatakan, MoU ini hanya sebatas bentuk minat yang serius antara perusahaan-perusahaan Tiongkok dengan Indonesia, belum pada tahap pembangunan.

"Ini menunjukkan minat mereka, belum pada masa pembangunan," katanya.

Adapun 12 Proyek infrastruktur tersebut adalah:
1. MoU pengembangan bisnis kapal kargo dengan kapasitas 3.500-5.000 GT dengan perkiraan investasi US$ 5,1 miliar antara Shen Zhen Tian He Wei Hang Investment Co Ltd dengan PT Zadasa (PMDN)

2. MoU high speed train Jakarta-Surabaya 800 km antara China Railway Construction Corporation Limited dengan PT Resteel Industry Indonesia

3. MoU Coal and Power Joint Project Development antara China Shenhua Overseas Development dan PT Adaro Power

4. MoU Cooper Processing di Gresik, Jawa Timur sebesar US$ 100 juta antara Shining Resources dan PT Maspion Group

5. MoU Pabrik gula berkapasitas 25.000 TCD di Mojokerto‎, Jawa Timur sebesar US$ 306 juta antara Zou Ji Hao International Investment dan PT Sinar Sukses Mandiri

6. MoU Kawasan industri di Konawe Utara dan Kolaka Utara Sulawesi Tenggara sebesar US$ 1,5 miliar antara Fujian Tian Mao Property Group dan PT Global Sukses Grup

7. MoU smelter nikel di Konawe, Sulawesi Selatan sebesar US$ 120 juta antara Golden Mega International Holdings dan PT Wijaya Infrastruktur Indonesia

8. MoU pengolahan mineral di Morowali, Sulawesi sebesar US$ 775 juta antara. Jiangsu Wei-wei Mining Ltd dengan PT Integra Mining Nusantara

9. MoU pengembangan Energi, Investasi dan Perdagangan sebesar US$ 350 juta antara SDIC International Trade Beijing dengan Indonesia Energi Prima

10. MoU Smelter Nikel di Kolaka dan Konawe Sulawesi Tenggara sebesar US$ 1,3 miliar antara Fujian Yinhai Group dan PT Eka Sampoerna Sukses

11. MoU di bidang sumber daya alam antara PT Maesa Optimalah Mineral dan Versun Holding Group

12. MoU pembangunan Hydro Power Plant 6080 MW di Kayan, Kalimantan Timur sebesar US$ 17,8 miliar antara Shanghai Electric Power Co Ltd China Power Investment Corporation East China dan PT Kayan Hydro Energy.

(zul/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads