Menggunakan slide-slide presentasi, Risma memaparkan soal Surabaya dan peluang-peluang investasi yang ada. Dia mengatakan, jumlah penduduk di Surabaya mencapai 7 juta orang.
"Saya kemarin diundang ke Amerika Serikat menerima penghargaan. Karena berdasarkan survei dari lembaga di Amerika Serikat, Surabaya menjadi kota kedua di dunia yang tingkat kepuasan warganya paling baik. Kita hanya kalah karena masalah transportasi publik saja. Makanya sekarang salah satu fokus saya memperbaiki transportasi publik," tutur Risma pada acara bertajuk 'US-Indonesia Investment Summit' itu, Rabu (12/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua, kota kami tenang. Menurut Kapolri, Surabaya adalah 10 dari kota di dunia yang paling aman. Kalau di Surabaya tidak ada gelandangan atau pengemis dan pengamen, karena semuanya kami beri pekerjaan. Sehingga mereka mendapatkan pendapatan yang lebih baik," papar Risma.
Soal infrastruktur transportasi, Risma mengatakan, Surabaya memiliki pelabuhan di sebelah utara dan bandara di sebelah Selatan. Kota ini juga membangun jalan baru menuju bandara, yang juga akan terhubung dengan pelabuhan Teluk Lamong, pelabuhan baru seluas 350 hektar.
"Bapak Ibu bisa lihat gambar ini, jalan yang baru dibangun tapi sudah ada taman yang bagus. Ini taman hanya kita bangun dalam 1 minggu saja," kata Risma sambil menunjukkan foto taman tersebut.
Tak sampai di situ, Risma juga mengutarakan, Surabaya bebas banjir karena sistem drainase sudah baik. Risma menunjukkan foto drainase di Surabaya.
Soal keamanan, dalam presentasinya, Risma menunjukkan 1.200 titik CCTV di Surabaya yang bisa dicek langsung dengan iPad. "Bahkan saat saya di sini pun, bisa saya cek semua CCTV-nya," kata Risma.
Di Surabaya, Risma juga membangun pusat pedagang kaki lima (PKL). Pekerja seni yang tampil di pusat PKL ini akan dibayar oleh pemerintah kota dengan gaji bulanan.
"Makanannya di sentra PKL pun selalu kita kontrol bahan bakunya, sehingga terjamin kesehatannya," ujar Risma.
Lalu, Risma memamerkan soal rumah susun (rusun) yang dibangun di Surabaya. Rusun itu memiliki tarif sewa paling murah se-Indonesia, yaitu Rp 50 ribu per bulan. Ini bertujuan untuk menghapuskan perkampungan kumuh.
"Surabaya juga akan bangun monorel. Saya nggak mau lagi kerjasama PPP (public private partnership). Karena kalau PPP nggak akan bisa. Mules nunggunya sudah dua tahun. Makanya saya lebih baik datang ke Pak Jokowi minta uang APBN untuk bangun monorel ini. Karena kalau PPP nggak akan terbangun monorelnya," tutur Risma sambil menunjukkan gambar proyek monorel yang akan terintegrasi dengan transportasi trem.
"Di Surabaya juga tidak ada macet! Semua jalan ada CCTV sehingga beban lalu lintas bisa diatur tidak terlalu padat, dengan mengalihkan arus lalu lintas. Lihat kalau mau cek sekarang lewat CCTV tidak ada yang macet di jalan Surabaya," kata Risma mengakhiri pidatonya selama 20 menit.
(dnl/hen)











































