Menteri Basuki Blusukan, Calon Warga Korban Gusur Proyek Bendung Makin Tambah

Menteri Basuki Blusukan, Calon Warga Korban Gusur Proyek Bendung Makin Tambah

- detikFinance
Rabu, 12 Nov 2014 16:01 WIB
Menteri Basuki Blusukan, Calon Warga Korban Gusur Proyek Bendung Makin Tambah
Jambi - Dalam pertemuan dengan warga di Batang Arai, Jambi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahann Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimuljono mendapatkan informasi mengejutkan. Data calon warga yang menolak digusur proyek Bendung Batang Arai justru membengkak dari 4 keluarga menjadi 25 keluarga.

Hal ini juga membuat kaget tim mediasi pembebasan lahan dari unsur masyarakat. Tokoh masyarakat bernama Hilmi mengajak masyarak untuk tidak terjebak dengan oleh hasutan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

"Saya minta Bapak Ibu konsisten. Karena terakhir saya ajak rapat, dari 40-an (orang) yang sudah didata, kemudian turun jadi 32 kepala keluarga, kemudian sosialisasi lagi hasilnya tinggal 4 orang yang belum mau. Sekarang pertemuan lagi dengan Pak Menteri kok jadi banyak," tutur Hilmi dalam dialog yang digelar di pinggir Sungai Batang Asai, Jambi, Rabu (12/11/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hilmi menampik bila tim mediasi tidak melakukan sosialsasi ke masyarakat. Menurutnya, sosialisasi yang dilakukannya rutin, terlaksana dan menyasar masyarakat yang terdampak langsung rencana proyek bendung Batang Asai.

"Yang kita sosialisasikan yang berada di zona satu, artinya terkena langsung lokasi. Itu ada 7 orang. Yang belum setuju tinggal 4 orang. Jadi kalau ada yang merasa terdampak jumlahnya jadi banyak, itu hanya yang merasa. Yang benar-benar terdampak itu sesuai data yang sudah kami sebut," katanya.

Hilmi mengatakan dari jumlah warga sekitar 32 kepala keluarga (KK) tersebut adalah warga yang lahannya terkena dampak tapi tidak langsung.

Pernyataan Hilmi tersebut merespons penjelasan seorang warga bernama Fadli yang menyebut bahwa jumlah warga yang tidak setuju lebih besar dari yang dilaporkan.

Hal itu diamini oleh warga lainnya bernama Zakaria. "Kalau bapak terima laporan yang tidak setuju hanya 4 orang/keluarga itu palsu. Silakan Bapak punya orang silakan kirim. Lihat ada berapa sebenarnya yang tidak setuju," tuturnya dalam kesempatan yang sama.

Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan warga yang sebagian besar masih tidak setuju dengan rencana proyek tersebut.

Zakaria mengaku sebagai salah satu warga yang tidak setuju dengan proyek ini dan lahannya terkena pengerjaan proyek, tidak pernah diajak komunikasi.

"Saya tidak pernah diajak sosialisasi. Kami yang pemilik lahan tidak pernah diundang. Kami harap dengan bapak, kalau memang bapak mendukung pembangunan masyarakat maka lakukanlah benar-benar. Kami rela mati untuk mempertahankan tanah ini. Mohon maaf kalau ada yang tersinggung," pungkasnya.

(dna/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads