Lokasi yang berada jauh di luar kota, membuat rombongan harus menempuh perjalanan darat kurang lebih 5 jam. Rombongan berangkat dari Bandara Sutan Thaha sekitar pukul 07.00 WIB, menuju lokasi proyek di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.
Secara umum, jalan nasional yang dilalui rombongan menuju lokasi proyek memiliki kondisi cukup baik. Hanya sesekali ditemui jalan berlubang di beberapa titik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menariknya, jalan yang dilalui rombongan ternyata menembus kawasan hutan adat yang dihuni Suku Anak Dalam di Jambi yang bernama Suku Kubu.
"Ini kita melewati kawasan suku anak dalamnya Jambi. Suku Kubu," ujar Andi, seorang Pejabat Balai Besar Wilayah VI Dirjen Sumberdaya Air (SDA) Kementerian PU Pera saat memandu perjalanan, Rabu (12/11/2014).
Dalam kegiatannya hari ini, Basuki menggunakan kemeja putih dengan celana abu-abu dan sepatu kulit warna hitam tak lupa topi berlambang Kementerian PU Pera.
Proyek bendung ini sejak 2012 lalu mangkrak karena pembebasan lahan. Basuki mengajak warga yang menolak untuk berdialog. Uniknya, dialog dilakukan secara lesehan di pinggir sungai tempat bendung tersebut akan dibangun.
(dna/dnl)











































