Basuki mengatakan masyarakat belum bisa membedakan antara Bendungan (Waduk) dan Bendung. Ia sempat memberikan contoh bentuk Bendung yang nantinya juga akan dibangun di Batang Asai.
"Bendung itu tidak memiliki panampungan. Hanya mengatur tinggi muka air. Supaya alirannya bisa masuk ke saluran irigasi yang kita buat ke sawah-sawah," jelas Basuki saat mengunjungi Bendung Limun, di Jambi, Rabu (12/11/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berbeda dengan Bendungan yang butuh lahan berhektar-hektar dan ada penampungannya," kata Basuki.
Basuki memberi contoh bentuk Bendung Batang Asai akan mirip seperti Bendung Limun yang sudah dibangun di Desa Muara Kutur Kecamatan Limun dan masih berada di Kabupaten Sarolangun, Jambi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Sumberdaya Air (SDA) Kemen PU Pera Mudjiadi menjelaskan secara taknis tentang Bendung Batang Asai yang berlokasi di Dusun Benso, Kecamatan Cermin Nangadang, Kabupaten Sarolangun, Jambi.
"Bendung ini memiliki tinggi 3 Meter dan lebar 70 meter. Tidak terlalu luas sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan banyak yang terkena dampak," ujar Mudjiadi.
Dana yang dibutuhkan untuk pembangunan Bendung Batang Arai sebesar Rp 81,48 miliar yang dialokasikan dari pagu anggaran 2012 hingga 2014. "2012 dianggarkan Rp 20 miliar, 2013 ada Rp 60 miliar dan 2014 ada Rp 1,48 miliar," rincinya.
Saat ini, realisasi anggaran yang sudah diserap mencapai Rp 9,04 miliar. "Hingga saat ini realisasi anggaran sudah Rp 9,04 miliar untuk membayar uang muka proyek ke kontraktor (PT Waskita Karya Tbk)," katanya.
Bendung Batang Arai akan tersambung dengan proyek irigasi seluas 5.707 hektar. Bendung ini akan mengalirkan air dengan debit 11,51 meter kubik per detik ke dua saluran irigasi primer dan sekitar 11 saluran irigasi skunder.
Bila digabung dengan proyek irigasi, maka total investasi yang diperlukan mencapai Rp 239,4 miliar dengan porsi anggaran yang khusus dialokasikan untuk irigasi saja mencapai Rp 158,4 miliar.
(dna/hen)











































